Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:24
NEWS

Tim SAR Gabungan Temukan Bagian Tubuh Korban di Lokasi Jatuhnya ATR 42-500

Tim SAR Gabungan Temukan Bagian Tubuh Korban di Lokasi Jatuhnya ATR 42-500
Seluruh body part korban yang ditemukan telah diserahkan ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). (Dok Basarnas)

ASKARA - Operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar kembali membuahkan hasil. Memasuki hari kelima pelaksanaan SAR, Rabu (21/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan bagian tubuh korban serta sejumlah barang pribadi di wilayah pegunungan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan penemuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif yang dilakukan oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.

“Tim menemukan bagian tubuh korban berupa tulang di beberapa titik pencarian, bersamaan dengan sejumlah barang pribadi milik korban. Seluruh temuan langsung kami amankan sesuai prosedur operasi SAR,” kata Arif Anwar.

Ia menambahkan, seluruh body part korban yang ditemukan telah diserahkan ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Proses ini dilakukan untuk memastikan identitas korban secara akurat melalui pendekatan medis dan forensik.

“Penanganan identifikasi sepenuhnya dilakukan oleh tim DVI RS Bhayangkara agar identitas korban dapat dipastikan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain bagian tubuh korban, tim SAR gabungan juga mengamankan berbagai barang pribadi, seperti laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen penting, serta sejumlah barang lainnya yang ditemukan di sekitar puing-puing pesawat dan jalur evakuasi.

“Semua barang milik korban telah didata dan diamankan. Selanjutnya akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Arif.

Operasi SAR hingga saat ini masih terus berlangsung dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta komunitas kemanusiaan. Pencarian didukung peralatan darat dan udara untuk menjangkau medan sulit di kawasan pegunungan.

“Kami tetap fokus melanjutkan operasi pencarian dengan mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis, demi menemukan seluruh korban dan menyelesaikan operasi ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Arif Anwar.

 

 

Komentar