Senin, 15 Juni 2026 | 23:14
NEWS

Aksi Massa di Aceh Timur, Raja Maop Desak Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional

Aksi Massa di Aceh Timur, Raja Maop Desak Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional
Raja Maop (baju putih) bersama rekan-rekan aktivisnya ketika berunjuk rasa di Aceh Timur.( Dok.asjara)

ASKARA – Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di Aceh Timur dengan menyuarakan tuntutan keadilan dan perhatian negara terhadap kondisi daerah mereka pada hari Minggu 4 Januari 2026.

Dalam aksi tersebut, Razali yang akrab disapa Nyakli Maop menyampaikan orasi keras yang menyoroti ketimpangan pengelolaan sumber daya alam serta lemahnya keberpihakan negara kepada rakyat Aceh.

Raja Maop berharap Presiden RI Prabowo Subianto tidak membiarkan Aceh terus menjadi penonton di negeri sendiri, meskipun wilayah tersebut memiliki kekayaan alam yang melimpah.

“Kami mengharapkan kepada Bapak Presiden Prabowo agar menetapkan status bencana nasional. Sehingga ini tidak terus membuat kami hanya menjadi penonton di negeri kami sendiri. Negara kami, bumi kami memiliki hasil alam berlimpah emas, minyak, dan sumber daya lainnya. Semua itu kami punya,” ujar Raja Maop di hadapan massa aksi.

Namun demikian, Raja Maop mempertanyakan manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat Aceh dari kekayaan tersebut. Ia menilai masyarakat justru terpinggirkan dan diperlakukan seolah-olah sebagai pihak asing di tanahnya sendiri.

“Apa yang kami peroleh? Ketika kami sendiri justru hanya menjadi penonton yang budiman, seakan-akan kami adalah pendatang asing. Padahal kami ini bangsa Aceh, bangsa yang memiliki identitas dan sejarah yang jelas,” tegasnya.

Dalam orasinya, Maop juga menyinggung persoalan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang belakangan dirasakan masyarakat, dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut pihak-pihak yang diduga bermain di balik kondisi tersebut.

“Sementara Indonesia hari ini gas elpiji 3 kilogram langka. Catat itu, siapa permainannya. Tolong kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas,” tambahnya.

Redaksi ASKARA telah mengkonfirmasi, Senin (5/1/2026) kepada Razali (Raja Maop) dirinya bersikeras jika status bencana nasional tidak ditetapkan juga, akan mengangkat bendera GAM namun dirinya butuh bukti agar hal itu tidak terjadi.

”Untuk itu harus ada peningkatan dari pemerintah,.saya rasa kalau bantuan dari luar negeri tidak masuk, akan cukup lama memulihkan ini. Buktikan jika pemerintah bersama rakyat mampu untuk menyelesaikan ini semua,” pungkas Raja Maop mengakhiri panggilan.

Komentar