Lulusan SMA GIS Jakarta Dominasi Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri
ASKARA - Menjelang usia seperempat abad, Global Islamic School (GIS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan. Sekolah yang berlokasi di Condet, Jakarta Timur ini mencatatkan capaian gemilang dengan keberhasilan mayoritas lulusannya menembus perguruan tinggi bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri.
Memasuki awal tahun 2026, GIS merilis data bahwa sebanyak 100 lulusan SMA Global Islamic School Tahun Pelajaran 2024-2025 berhasil diterima di berbagai universitas ternama. Bahkan, sejumlah alumni berhasil lolos seleksi ke institusi strategis nasional seperti Akademi Militer (Akmil) dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).
Direktur Global Islamic School, Nawfal A. Saleh, menyampaikan bahwa dari total 118 lulusan, sekitar 85 persen berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan. “Seharusnya genap 100 siswa, namun satu alumni yang diterima di Singapura memutuskan tidak mengambil kesempatan tersebut,” ujar Nawfal, yang akrab disapa Novell.
Menurut Novell, capaian tersebut menunjukkan konsistensi prestasi GIS dari tahun ke tahun. Pada tahun ajaran sebelumnya, 2023–2024, sebanyak 118 dari 138 lulusan juga berhasil diterima di perguruan tinggi bergengsi. “Secara persentase, capaian kami relatif stabil di kisaran 85 hingga 90 persen,” jelasnya.
Konsistensi dan Strategi Pendidikan
Novell menuturkan, sejak berdiri hampir 25 tahun lalu, GIS telah menetapkan standar tinggi dalam pengelolaan pendidikan. Konsistensi prestasi tersebut dicapai melalui proses evaluasi dan inovasi berkelanjutan, baik di bidang akademik maupun pengembangan karakter siswa.
Beberapa faktor kunci keberhasilan tersebut antara lain persiapan akademik yang matang, pelaksanaan try out Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta penerapan data based students profiling untuk memetakan potensi akademik dan non-akademik siswa sejak kelas 10. Selain itu, GIS juga menerapkan effective counseling dan systematic monitoring dalam pendampingan siswa.
“Pendampingan kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari penentuan jurusan, analisis passing grade, persiapan berkas, hingga proses pendaftaran ke perguruan tinggi,” ujar Novell, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Director of International Program GIS.
Tak hanya fokus pada siswa, GIS juga melibatkan orang tua melalui seminar edukasi pendidikan dalam proses pemilihan jurusan. Keterlibatan alumni pun menjadi bagian penting dalam memberikan motivasi dan penguatan kepada adik kelasnya. “Ikatan alumni dengan almamater sangat kuat dan terus kami rawat,” tambahnya.
Selain aspek akademik, penguatan karakter siswa juga menjadi perhatian utama. GIS berupaya mengasah potensi peserta didik agar mampu bersaing dan menemukan jalur sukses sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. “Kami mengarahkan mereka untuk menemukan jalan sukses yang mereka pilih sendiri,” pungkas Novell.
Prestasi lulusan SMA Global Islamic School Condet ini sekaligus menegaskan peran GIS sebagai salah satu institusi pendidikan yang konsisten mencetak generasi unggul dan berdaya saing global.

Komentar