Komunitas Noken Care dan LPAI Papua Selatan Kunjungan Kasih Natal di Lapas Merauke
ASKARA - Komunitas Noken Care bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Papua Selatan kembali menggelar kunjungan kasih Natal bagi Warga Binaan Wanita di Lapas Kelas II B Merauke, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ibu dan berlangsung di ruang pertemuan Lapas Kelas II B Merauke.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasibinadik) Lapas Kelas II B Merauke, Ramses Halomoan. Dalam pertemuan tersebut, kegiatan diikuti oleh 14 warga binaan wanita, serta seorang anak laki-laki usia remaja yang turut bergabung.
Dalam sambutannya, Ramses Halomoan menyampaikan bahwa pendampingan terhadap warga binaan wanita merupakan tanggung jawab besar yang memerlukan kepedulian, kesabaran, dan kasih. Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, pendampingan dilakukan bersama dua petugas wanita yang secara khusus dipercaya untuk mendampingi warga binaan perempuan.
“Berbagai kasus pelanggaran yang membawa mereka harus menjalani pembinaan di lapas ini membutuhkan pendekatan yang manusiawi, penuh kepedulian, kesabaran, dan kasih,” ujar Ramses.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah warga binaan di Lapas Kelas II B Merauke saat ini mencapai 533 orang, termasuk wanita dan anak. Dari sisi kapasitas, Ramses mengakui masih diperlukan pembaruan fasilitas agar pelayanan dan pembinaan dapat berjalan lebih optimal.
Kegiatan kunjungan kasih yang dikemas secara hangat dan penuh kekeluargaan tersebut mendapat sambutan antusias dari para warga binaan. Pendeta Femmy Pandensolang memimpin doa dan menyampaikan Firman Tuhan bersama Tim Komunitas Noken Care dan LPAI Papua Selatan, menciptakan suasana reflektif dan penuh pengharapan.
Selain itu, motivasi juga disampaikan oleh Yuli Worabai, yang bekerja di salah satu bank pemerintah di Merauke. Ia mengajak para warga binaan untuk tetap memiliki harapan dan keyakinan dalam menjalani proses pembinaan, serta mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Kepada Askara.co, salah seorang warga binaan yang hampir menyelesaikan masa hukumannya mengungkapkan kerinduannya untuk kembali bertemu keluarga. Ia mengaku sempat merasa terpuruk karena khawatir akan stigma sosial setelah bebas, namun perlahan kembali percaya diri. “Kunjungan sosial seperti ini, apalagi saat didoakan, memberi penguatan bagi saya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bingkisan berupa makanan dan kebutuhan pribadi bagi warga binaan. Bantuan tersebut diserahkan oleh Wilhelmina dari LPAI Papua Selatan dan Pdt. Femmy Pandensolang dari Komunitas Noken Care sebagai wujud kepedulian dan kasih Natal bagi para warga binaan wanita di Lapas Kelas II B Merauke.

Komentar