Senin, 08 Juni 2026 | 10:03
NEWS

Ratusan Ribu Warga Aceh Tengah Terancam Kelaparan, Akses Terputus dan Ekonomi Lumpuh

Ratusan Ribu Warga Aceh Tengah Terancam Kelaparan, Akses Terputus dan Ekonomi Lumpuh
Masyarakat antri beras di pasar (Dok Zam Zam)

ASKARA - Sudah satu minggu warga Aceh Tengah hidup dalam kecemasan dan ketidakpastian. Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 25-26 November 2025 telah memutus akses utama, melumpuhkan pergerakan barang, serta menciptakan krisis pangan yang semakin hari kian mengancam.

Jalan Takengon-Bireuen putus total. Beberapa titik longsor di Tege Mane, Tenge Besi, Enang-Enang, hingga jalur KKA menuju Lhokseumawe tak bisa dilewati. Jembatan yang roboh dan ruas jalan yang amblas membuat ribuan warga di berbagai kecamatan tak dapat dijangkau.

Dampaknya langsung terasa. Arus logistik berhenti total. Beras, kebutuhan paling mendasar, menjadi barang langka. Antrian panjang tampak di sejumlah pasar, sementara antrean warga yang berharap bantuan pangan juga terjadi di depan Markas Kodim 0106 Aceh Tengah.

"Masyarakat Aceh Tengah saat ini hidup dalam kecemasan luar biasa. Tidak ada kepastian pasokan beras. Banyak keluarga hanya bisa makan sekali sehari, sebagian bahkan tidak punya apa-apa lagi. Ini ancaman kelaparan yang nyata, bukan sekadar potensi," ujar Zam Zam Mubarak, Ketua Kelompok Kerja Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (BARET ICMI) Aceh, Rabu(3/12)

Kondisi semakin diperburuk oleh padamnya listrik dan lumpuhnya jaringan komunikasi di banyak wilayah. Sejumlah SPBU tutup karena kehabisan BBM. Upaya tanggap darurat pun terhambat karena banyak desa masih terisolasi dan belum dapat dievakuasi akibat banyaknya titik longsor yang menutup akses.

Zam Zam menegaskan bahwa situasi ini memerlukan langkah cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh. “Ini bukan lagi soal bencana alam semata, ini soal menyelamatkan manusia. Kami mendesak pemerintah daerah maupun provinsi untuk memastikan pasokan sembako segera tiba. Setiap jam keterlambatan bisa berarti nyawa,” tegasnya.

Hingga berita ini dimuat, pemerintah kabupaten maupun provinsi belum memberikan kepastian jadwal distribusi pasokan sembako ke wilayah-wilayah terdampak.

BARET ICMI Aceh bersama relawan dan masyarakat setempat terus berupaya membuka akses, melakukan pendataan, dan menyalurkan bantuan seadanya di tengah keterbatasan.

 

Komentar