Puisi Siswi SMAN 8 Takengon Tembus PPN 2026
ASKARA - Di tengah proses pemulihan pascabencana 26 November 2025, Dataran Tinggi Gayo kembali menorehkan prestasi di bidang sastra. Puisi berjudul “Kita Masih Manusia” karya Dafina Al Alani, siswi SMAN 8 Takengon, berhasil lolos kurasi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Tahun 2026.
Dafina terpilih sebagai salah satu dari 49 karya terbaik hasil seleksi nasional yang diikuti 552 peserta dengan total 1.018 naskah puisi dari berbagai daerah di Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadikan Dafina sebagai salah satu perwakilan putri Dataran Tinggi Gayo yang akan tampil dalam forum sastra bergengsi yang menghadirkan penyair dari Nusantara dan sejumlah negara sahabat.
Pembina literasi SMAN 8 Takengon menyebut puisi karya Dafina lahir dari realitas yang tengah dihadapi masyarakat Gayo pascabencana.
“Puisi Kita Masih Manusia lahir dari realitas Gayo hari ini. Dari tanah yang duka, Dafina menulis tentang ketahanan, harapan, dan harga diri manusia. Itu pesan yang menyentuh juri,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Keberhasilan tersebut kembali menegaskan posisi Gayo sebagai salah satu pusat kebudayaan yang telah melahirkan banyak seniman, budayawan, dan sastrawan yang dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Gayo itu rahim budaya. Kopinya mendunia, sastranya juga punya napas panjang. Dafina adalah bukti estafet itu tidak putus di generasi sekarang,” kata seorang tokoh budaya Gayo.
Meski demikian, prestasi Dafina juga menjadi pengingat bahwa masih banyak potensi generasi muda Gayo yang belum tergali secara optimal, khususnya di bidang seni, sastra, dan budaya.
Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam Mubarak, menilai keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk berani mengeksplorasi bakat dan kreativitas mereka.
“Prestasi Dafina ini harus menjadi cambuk. Masih banyak anak muda Gayo yang memiliki bakat, tetapi belum mendapatkan ruang dan pendampingan untuk bereksplorasi. Padahal modal budaya Gayo sangat besar,” tegasnya.
Menurut Zam Zam, Pasak Opat Nenggeri Linge berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya ruang-ruang ekspresi bagi pelajar melalui kegiatan literasi, pelatihan kepenulisan, serta berbagai panggung budaya.
“Harapannya, prestasi seperti yang diraih Dafina tidak berhenti pada satu nama, tetapi menjadi inspirasi lahirnya generasi baru sastrawan dan budayawan Gayo,” ujarnya.
PPN XIV 2026 akan menjadi panggung penting bagi Dafina untuk menyuarakan pesan ketahanan, kemanusiaan, dan harapan masyarakat Gayo kepada para penyair Nusantara dan dunia, sekaligus memperkenalkan kekuatan budaya Gayo di tingkat yang lebih luas.

Komentar