Pertamina EP Perketat Pengawasan Jalur Pipa Migas di Penajam, Risiko Keselamatan Jadi Sorotan Utama
ASKARA - PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field memperkuat langkah pengamanan jalur pipa migas yang berada di wilayah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Melalui Program Sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Migas yang berlangsung sejak 4 November 2025, perusahaan kembali mengingatkan publik mengenai potensi bahaya di sepanjang jalur yang ditetapkan sebagai objek vital nasional (obvitnas).
Program ini menyasar berbagai pihak strategis mulai dari pemerintah kecamatan, Polsek Penajam, Satuan Polair Polres PPU, Pos TNI AL, kepala kelurahan pesisir, hingga kelompok nelayan. Pertemuan digelar untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami tata batas keamanan Right of Way (ROW) pipa berdiameter 16 inci, termasuk jalur bawah laut Penajam yang rawan aktivitas tidak terkontrol.
Dalam forum tersebut, PEP menegaskan larangan pendirian bangunan, hunian, maupun aktivitas yang berpotensi merusak struktur jalur pipa. Aturan tersebut menjadi perhatian lantaran masih ditemui aktivitas masyarakat yang dinilai berada dalam zona bahaya.
“Pipa migas bukan sekadar fasilitas industri, tetapi elemen keamanan negara. Setiap pelanggaran jarak aman dapat menimbulkan risiko besar, baik bagi lingkungan maupun keselamatan warga,” tegas Kepala Dinas Perikanan PPU, Rozihan Asward, dalam keterangan yang diterima, Senin (24/11).
Field Manager PEP Tanjung Field, Charlie Parmonangan Nainggolan, menambahkan bahwa keselamatan operasi merupakan fondasi dalam rantai pasokan energi nasional.
“Sebagai operator, kami wajib menjaga fasilitas agar tetap berfungsi optimal tanpa menimbulkan ancaman. Kolaborasi dan kepatuhan bersama menjadi kunci agar energi dapat mengalir dengan aman,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pemaparan teknis, Aipda Mahfirman dari Satuan Polair Polres PPU menjelaskan pentingnya pembagian peran antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan operator, dan masyarakat dalam pengawasan obvitnas. Ia menekankan bahwa masyarakat juga memiliki peran strategis melalui laporan dini apabila ditemukan aktivitas mencurigakan atau potensi kerusakan.
Penjelasan teknis lanjutan disampaikan Irzak Huda dari tim HSSE PEP Tanjung Field mengenai faktor risiko seperti gesekan jangkar kapal, tekanan eksternal, hingga pergeseran tanah. Pemaparan ini memicu diskusi dengan kelompok nelayan yang meminta kejelasan batas aman area tangkapan ikan di sekitar jalur pipa.
Komitmen penguatan keamanan migas juga didukung Pemerintah Kabupaten PPU. Dalam agenda terpisah Executive Meeting SKK Migas Wilayah Kalimantan–Sulawesi, Bupati PPU Mudyat Noor menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penguatan pengawasan.
“Sebagai objek vital nasional, pipa migas harus diamankan melalui pendekatan lintas sektor. Keamanan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat yang tinggal di sekitarnya,” ungkapnya.
Program sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi PEP Tanjung Field dalam mendukung Asta Cita nasional untuk ketahanan energi melalui perlindungan aset infrastruktur migas. Selain fokus pada keselamatan operasi, perusahaan juga terus menjalankan program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan kebencanaan sebagai bagian dari komitmen pada pembangunan berkelanjutan dan SDGs.

Komentar