Kamis, 18 Juni 2026 | 04:01
COMMUNITY

Hari Kedua SAGKI 2025: Gereja Diajak Keluar dari Zona Nyaman dan Merangkul Dunia

Hari Kedua SAGKI 2025: Gereja Diajak Keluar dari Zona Nyaman dan Merangkul Dunia
Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap., menyampaikan homili ketika sebagai selebran utama (Dok Askara)

ASKARA - Hari kedua Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 diawali dengan Misa Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap., sebagai selebran utama di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta.

Dalam homilinya, Mgr. Sipayung mengajak seluruh umat untuk menyadari panggilan Gereja sebagai peziarah pengharapan yang senantiasa berjalan keluar untuk mewartakan kasih Allah. “Kita semua adalah peziarah pengharapan. Pergilah ke jalan-jalan dan persimpangan kota, masuklah ke rumah-Ku,” ujarnya menegaskan pesan Injil hari itu.

Ia menekankan bahwa Allah tidak menunggu, tetapi berjalan keluar untuk merangkul manusia. “Allah yang tidak menunggu tapi berjalan keluar untuk merangkul. Gereja pun harus keluar dari zona nyaman. Misi kita adalah menghadirkan wajah Allah yang penuh kasih,” kata Mgr. Sipayung.

Menurutnya, semangat sinodalitas yang diusung Gereja saat ini menuntut keberanian untuk melangkah keluar dan mendengarkan suara Roh Kudus yang berbicara dari pinggiran. “Sinodalitas mengakui perbedaan sebagai kekayaan, bukan ancaman. Gereja sinodal mendengarkan Roh Kudus dari pinggiran,” tegasnya.

Mgr. Sipayung juga mencontohkan teladan Santo Carolus Borromeus sebagai pribadi yang menjadi tanda pengharapan dan perdamaian bagi dunia. “Kita dipanggil untuk menjadi tanda pengharapan dan perdamaian, seperti Santo Carolus Borromeus,” tuturnya.

Ia menutup homilinya dengan penegasan iman bahwa Allah tidak pernah menutup diri-Nya terhadap manusia. “Allah selalu membuka diri bagi kita yang mau berjalan bersama-Nya,” pungkas Mgr. Sipayung.

Selama lima hari pelaksanaan SAGKI 2025, perwakilan dari 38 keuskupan teritorial, 1 keuskupan TNI–Polri, serta para imam Katolik akan berpartisipasi dalam persidangan gerejawi yang mengusung tema besar “Berjalan Bersama Sebagai Peziarah Pengharapan: Menjadi Gereja Sinodal yang Misioner untuk Perdamaian.”

 

 

Komentar