Kamis, 18 Juni 2026 | 00:58
NEWS

Pertamina Hulu Indonesia Perkuat Budaya Keselamatan lewat Program FCO di Sangasanga

Pertamina Hulu Indonesia Perkuat Budaya Keselamatan lewat Program FCO di Sangasanga
Karyawan Pertamina Hulu Indonesia foto bersama (Dok PHI)

ASKARA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus memperkuat komitmennya terhadap aspek keselamatan kerja melalui pelaksanaan Full Cycle Observation (FCO) di Lapangan Sangasanga, Kalimantan Timur. Program yang berlangsung pada awal Oktober 2025 ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan di lingkungan operasi migas.

FCO merupakan program strategis yang digagas oleh Direktur Pengembangan dan Produksi Subholding Upstream (SHU) Pertamina. Tujuannya menekan angka kecelakaan kerja, mengidentifikasi potensi bahaya yang berulang, serta memastikan semua prosedur operasi berjalan sesuai dengan standar keselamatan industri migas nasional. Melalui pendekatan observasi langsung, FCO diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya keselamatan kerja di setiap lini.

Tim FCO yang terdiri dari perwakilan berbagai regional dan zona SHU Pertamina melakukan peninjauan lapangan di empat unit rig yang dikelola oleh PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field. Observasi difokuskan pada aspek prosedural, kompetensi tenaga kerja, serta kelayakan peralatan. Sr Manager Sangasanga Field, Sigid Setiawan, menjelaskan bahwa keterlibatan tim lintas unit membawa sudut pandang baru dalam menemukan potensi risiko. “Pihak luar dapat menjadi mata segar untuk mengidentifikasi perilaku atau kondisi tidak aman. Temuan kritikal langsung ditindak sebelum pekerjaan dilanjutkan,” ujarnya.

Sejak pertama kali diterapkan pada 15 Februari 2023, program FCO terbukti berhasil menekan angka insiden dan meningkatkan disiplin kerja. Berdasarkan hasil evaluasi 2024, penerapan FCO berkontribusi terhadap penurunan Non-Productive Time (NPT), peningkatan kepercayaan diri pekerja, serta stabilitas produksi migas di lapangan. Selain itu, pelaksanaan FCO juga mendorong perbaikan pada aspek keselamatan di aktivitas Well Intervention, termasuk peningkatan kualitas walkway, grating, dan penggunaan safety line dalam pekerjaan bertekanan tinggi.

Tak hanya menyoroti potensi risiko, tim observasi juga mengapresiasi berbagai praktik positif yang dinilai layak dijadikan best practice di lingkungan PHI. Beberapa di antaranya adalah penggunaan pelindung kepala (slayer) dari paparan panas, pemasangan penutup guyline untuk mencegah tersandung, serta penataan area kerja yang bersih dan rapi. “Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran kolektif terhadap keselamatan semakin mengakar kuat,” tambah Sigid.

Keberhasilan pelaksanaan FCO di Lapangan Sangasanga kini menjadi acuan bagi wilayah kerja lain di bawah Regional 3 Kalimantan. Program ini sekaligus mencerminkan komitmen PHI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mendukung ketahanan energi nasional. “FCO bukan hanya program keselamatan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan operasi migas yang efisien, aman, dan berkelanjutan,” pungkas Sigid.

 

 

Komentar