Pertamina Hulu Indonesia Tinjau Program CSR di Tabalong, Perkuat UMKM dan Pemberdayaan Perempuan
ASKARA - Manajemen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, untuk memantau sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan berbagai program pemberdayaan masyarakat mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga sekitar.
Dalam agenda yang berlangsung Kamis lalu itu, jajaran manajemen PHI meninjau dua program unggulan, yakni Program Bank Sampah Masukau (BASMA) Kelompok Madani di Desa Masukau dan Program SEKARA JIRAK di Desa Jirak. Kunjungan tersebut juga menjadi sarana dialog antara perusahaan dengan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan yang selama ini mendapatkan pendampingan.
Manager Communication & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, menegaskan bahwa perusahaan terus mendorong lahirnya inovasi dari masyarakat agar produk-produk lokal memiliki daya saing yang semakin kuat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha warga, PHI menyerahkan bantuan satu unit mesin bordir modern kepada Kelompok Madani. Bantuan tersebut melengkapi sarana produksi yang telah dimiliki kelompok tersebut, yang saat ini telah mengoperasikan lebih dari tujuh mesin jahit modern.
Menurut Dony, seluruh program Community Involvement and Development (CID) dirancang dengan mempertimbangkan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat di wilayah operasi perusahaan.
“Program-program pemberdayaan yang kami jalankan disusun berdasarkan potensi dan karakteristik masing-masing daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.
*SEKARA JIRAK Raih Penghargaan Internasional*
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah Program SEKARA JIRAK, sebuah inisiatif pemberdayaan perempuan berbasis pengolahan hasil perikanan di Desa Jirak. Program tersebut berhasil meraih penghargaan tertinggi kategori Best Empowerment Woman dengan predikat Platinum dalam ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026.
Desa Jirak yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kabupaten Tabalong dikenal memiliki potensi ikan air tawar yang melimpah, terutama ikan haruan atau gabus. Potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah melalui pemberdayaan kaum perempuan.
Beragam produk berhasil dihasilkan, mulai dari abon lele (bonile), abon gabus (boniga), abon nila (bonila), hingga aneka camilan seperti basreng dan kerupuk tulang ikan. Kelompok ini juga mampu memproduksi ekstrak albumin dari ikan gabus yang memiliki kandungan protein tinggi.
Ketua Kelompok SEKARA JIRAK, Sri Hartini, mengungkapkan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan Pertamina selama ini.
“Pendampingan yang dilakukan Pertamina sangat membantu kami untuk terus berkembang. Kami berharap kemitraan ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” katanya.
Keberhasilan kelompok tersebut turut mengantarkan Sri Hartini bersama anggotanya menjadi wakil Kabupaten Tabalong dalam pelatihan UMKM tingkat nasional yang akan berlangsung di Bali pada 23 Juni 2026.
*Limbah Seragam Bekas Disulap Menjadi Produk Bernilai Ekonomi*
Di Desa Masukau, PEP Tanjung Field juga mengembangkan konsep ekonomi sirkular melalui Program BASMA Kelompok Madani. Program ini memanfaatkan limbah kain perca dan pakaian kerja lapangan (coverall) yang sudah tidak digunakan menjadi berbagai produk kreatif bernilai ekonomi.
Melalui program Pelatihan Cetak Jahit Sasirangan (CETAR), para ibu rumah tangga dibekali keterampilan mengolah bahan bekas menjadi produk fesyen dan perlengkapan rumah tangga seperti tas, sarung bantal, hingga berbagai dekorasi interior.
Sekretaris Desa Masukau, Salatifa, menilai keberadaan industri kreatif binaan Pertamina telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Program ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga, bahkan sangat membantu masyarakat pada masa pandemi lalu,” ujarnya, Senin (15/6).
Melalui berbagai program tersebut, PT Pertamina EP Tanjung Field menegaskan komitmennya dalam menjalankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pemberdayaan masyarakat yang berbasis potensi lokal dan berorientasi pada keberlanjutan.

Komentar