Kamis, 18 Juni 2026 | 01:33
NEWS

Gunung Padang Dipercaya Memancarkan Energi Purnama pada Malam Jumat Kliwon

Gunung Padang Dipercaya Memancarkan Energi Purnama pada Malam Jumat Kliwon
Meditasi di Gunung Padang (Dok Askara)

ASKARA - Malam Kamis Wage yang bertepatan dengan Jumat Kliwon, 9 Oktober 2025, diyakini menjadi salah satu momentum spiritual paling kuat tahun ini. Keistimewaan semakin terasa karena tanggal tersebut jatuh hanya lima hari setelah purnama awal Oktober 2025 (purnama 4 Oktober), ketika bulan masih memancarkan cahaya nyaris penuh. Kondisi ini menjadikan tirakat di Situs Megalitikum Gunung Padang kian sarat makna bagi para peziarah lintas iman.

Dalam tradisi kejawen, purnama melambangkan puncak energi alam semesta. Sisa cahaya bulan purnama yang masih terang pada malam Jumat Kliwon dipercaya memperkuat daya gaib bumi dan langit. "Purnama keempat Oktober membawa harmoni antara unsur bumi, angin, dan jiwa manusia. Tirakat pada malam ini dianggap membuka gerbang pencerahan," ungkap Cahaya Adi Wibowo, seorang praktisi kebatinan asal Jakarta, Senin (6/10).

Dari sudut pandang Islam, purnama kerap dikaitkan dengan kebesaran ciptaan Allah. Malam Jumat sendiri memiliki kemuliaan khusus untuk dzikir, membaca Surah Al-Kahfi, dan bermunajat. "Tirakat di malam Jumat Kliwon yang dekat purnama menjadi kesempatan memperkuat iman dan memohon ampunan," ujar Nanang Sukma, juru pelihara Gunung Padang.

Umat Katolik juga memaknai bulan purnama sebagai simbol terang Kristus. Kamis malam yang mengantar ke Jumat memberi kesempatan untuk adorasi, doa Rosario, dan refleksi batin. "Cahaya purnama mengingatkan bahwa kasih Tuhan selalu menerangi kegelapan hidup," kata Ignatius Pundjung, seorang peziarah Katolik.

Gunung Padang, yang dikenal sebagai situs purbakala terbesar di Asia Tenggara, memberi latar alam penuh pesona: kabut tipis, cahaya rembulan yang masih bundar, dan udara pegunungan yang sejuk. Semua itu menyatu dengan lantunan doa lintas iman, menjadikan tirakat di malam Jumat Kliwon pasca-purnama Oktober 2025 bukan sekadar ritual, tetapi pengalaman spiritual yang menyeimbangkan raga, jiwa, dan alam semesta.

 

 

Komentar