Selasa, 21 Juli 2026 | 23:06
NEWS

UGM Batalkan Soft Launching Buku 'Jokowi’s White Paper'

Panitia Pindah ke Coffee Shop

UGM Batalkan Soft Launching Buku 'Jokowi’s White Paper'
Launching Buku ‘Jokowi’s White Paper’, Panitia Pindah ke Coffee Shop, selain Roy Suryo, Rismon tampak pula Refly Harun, Said Didu, dan Tyasno Sudarto dalam cara itu, Senin (18/8/2025). (ss/YouTube)

ASKARA - Rencana soft launching buku Jokowi’s White Paper karya Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Tifauzia Tyassuma (dr Tifa) di Ruang Nusantara, University Club (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (18/8/2025), batal digelar. Pihak kampus menolak penyelenggaraan acara tersebut karena dinilai bermuatan politis.

Meski begitu, panitia tetap melanjutkan peluncuran buku dengan memindahkan lokasi ke coffee shop UC UGM. Sejumlah tokoh nasional hadir, antara lain Refly Harun, Said Didu, dan Tyasno Sudarto.

“Kami soft launching hari ini di coffee shop saja. Awalnya kami sudah pesan Ruang Nusantara, sudah bayar DP, sudah confirm, tapi dibatalkan mendadak oleh kampus,” kata Roy Suryo kepada wartawan.

Eks Menteri Pemuda dan Olahraga itu menyebut pembatalan terjadi setelah pihak kampus mendapat tekanan. “Kami dapat info tempat ini didatangi aparat keamanan, lalu dipaksa membatalkan. Uang DP juga dikembalikan,” ujarnya.

Roy menambahkan, meski lampu dan AC coffee shop sempat dimatikan, acara tetap berlangsung. Ia menegaskan peluncuran resmi (grand launching) buku tersebut akan digelar pada 27 Agustus 2025 di Jakarta.

Alasan UGM Membatalkan

Pihak UGM membenarkan pembatalan penyelenggaraan acara tersebut. Juru Bicara UGM, Dr I Made Andi Arsana, menyebut ada dua alasan: prosedural dan politis.

“UGM memahami bahwa kegiatan ini bernuansa politis terkait erat dengan isu yang melibatkan Bapak Joko Widodo. UGM tidak bersedia melibatkan diri dalam isu tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, panitia awalnya memesan gedung UC UGM dengan judul berbeda, yakni Konferensi Pers Tokoh Nasional Hadiah Kemerdekaan RI ke-80. Namun, belakangan diketahui acara itu merupakan peluncuran buku Jokowi’s White Paper.

“Secara prosedur ini keliru dan menjadi alasan administratif bagi UC UGM untuk melakukan pembatalan. Kami mendukung keterbukaan pertukaran gagasan, tapi tidak untuk acara yang berpotensi menimbulkan kegaduhan,” tegasnya.

Tetap Diluncurkan

Meski batal di ruang utama, peluncuran buku tetap digelar di coffee shop UC UGM. Para penulis menegaskan tidak mempermasalahkan perubahan tempat, meski kecewa terhadap pembatalan sepihak.

Roy menyebut pihaknya menghargai keputusan kampus, namun berharap kesepakatan awal bisa lebih dihormati. “Yang penting acara tetap jalan, dan publik bisa menilai sendiri,” pungkasnya.

 

 

Komentar