Selasa, 09 Juni 2026 | 04:27
NEWS

Akurat.co: Alasan Pemecatan Rahman Sugidiyanto karena Langgar Etika

Akurat.co: Alasan Pemecatan Rahman Sugidiyanto karena Langgar Etika
Akurat.co (Dok Akurat)

ASKARA - Menanggapi beredarnya informasi sesat terkait pemecatan Redaktur Pelaksana SEO, Rahman Sugidiyanto, manajemen PT Akurat Sentra Media (Akurat.co) memberikan klarifikasi resmi bahwa keputusan tersebut murni didasarkan pada pelanggaran etika berat oleh yang bersangkutan.

Pimpinan Akurat.co menjelaskan, pada 14 Juli 2025 pihaknya baru mengetahui bahwa Rahman aktif menjabat sebagai Pemimpin Redaksi di media online lain, yakni Jakartainside.com. Padahal, sejak Februari 2025, Rahman dipercaya memegang jabatan strategis sebagai Redpel SEO di Akurat.co, termasuk mendapat akses terhadap sejumlah tools berbayar perusahaan.

"Fakta bahwa Rahman merangkap jabatan sebagai Pemimpin Redaksi di media lain tanpa sepengetahuan kami, jelas melanggar etika dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang serius," ujar Aldi Gultom, Pemimpin Redaksi Akurat.co, Jumat (25/7).

Pimpinan Akurat.co telah mengadakan tiga kali pertemuan klarifikasi yang dihadiri oleh Supervisor HRD, Pemimpin Perusahaan, dan Pimpinan Redaksi. Dalam pertemuan tersebut, Rahman mengakui perannya sebagai pendiri dan Pemimpin Redaksi Jakartainside.com.

Atas dasar pelanggaran etika dan ketidakjujuran selama menjadi karyawan, manajemen Akurat.co akhirnya memutuskan untuk memberhentikan Rahman Sugidiyanto. Surat resmi pemberhentian dikeluarkan oleh HRD Akurat.co pada 23 Juli 2025, dan menyatakan bahwa Rahman tidak lagi bekerja di Akurat.co per 26 Juli 2025, dengan masa transisi untuk menyelesaikan urusan administrasi.

Menanggapi tudingan yang disebarluaskan Rahman melalui sejumlah grup WhatsApp wartawan, yang menyebut pemecatannya berkaitan dengan pemberitaan menyangkut Wakil Ketua DPR RI, pihak Akurat.co membantah tegas.

"Masalah Rahman dengan salah satu pimpinan DPR RI adalah urusan pribadinya sebagai Pemimpin Redaksi Jakartainside. Kami tidak ikut campur," tegas Aldi Gultom.

Akurat.co menegaskan bahwa pemecatan dilakukan semata-mata karena pelanggaran etika berat dan ketidakjujuran dalam hubungan kerja, bukan karena faktor pemberitaan.

 

 

Komentar