Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47
NEWS

Neng Eem: Iduladha Momentum Perkuat Solidaritas, Gotong Royong, dan Ekonomi Rakyat

Neng Eem: Iduladha Momentum Perkuat Solidaritas, Gotong Royong, dan Ekonomi Rakyat
Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz (Dok PKB)

ASKARA – Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menegaskan bahwa perayaan Iduladha tidak semata berkutat pada prosesi penyembelihan hewan kurban, melainkan lebih dalam lagi menyangkut nilai keikhlasan, solidaritas sosial, dan keberpihakan terhadap sesama.

"Iduladha bukan hanya ritual hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah), tetapi juga penguatan hubungan antarsesama manusia (hablum minannas). Jiwa kurban harus kita bangun setiap hari, mulai dari hal-hal sederhana seperti berbagi, membantu sesama, dan menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan," ujar Neng Eem dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/6).

Menurutnya, makna pengorbanan dalam Iduladha bukan sekadar tindakan fisik, tetapi bentuk pengorbanan hati yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia, untuk menjadikan momen Iduladha sebagai refleksi bersama guna memperkuat empati sosial dan kepedulian terhadap yang membutuhkan.

"Iduladha mengajarkan kita untuk peduli serta memperkuat empati sosial, khususnya bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Bagi yang memiliki kelapangan rezeki, inilah saat yang tepat untuk berbagi dan memperkuat rasa ukhuwah Islamiyah. Inilah bentuk nyata dari ketaqwaan yang melahirkan jiwa bersih, ikhlas, dan penuh kasih sayang," ucapnya.

Lebih lanjut, Neng Eem menyoroti pentingnya momentum kurban sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat. Ia mendorong agar kegiatan kurban mampu mendukung ekosistem peternak lokal.

"Momentum kurban bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat. Memberdayakan peternak hewan kurban adalah bentuk gotong royong sosial yang menjadi kekhasan bangsa Indonesia," tuturnya.

Ia berharap kurban tahun ini bukan hanya menjadi ibadah individu, tetapi juga kontribusi nyata terhadap ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat kecil.

"Nilai-nilai Iduladha menjadi pengingat kolektif bahwa kekuatan bangsa ini terletak pada semangat ta’awun atau gotong royong. Yang kuat bantu yang lemah, yang mampu berbagi kepada yang membutuhkan. Itulah inti persatuan," jelasnya.

Neng Eem juga menegaskan bahwa MPR RI berkomitmen memperjuangkan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat, serta memastikan program-program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas.

"Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Dalam setiap langkah dan keputusan, rakyat harus selalu menjadi yang utama," tegasnya.

Di akhir pesannya, Neng Eem mengucapkan selamat merayakan Iduladha 1446 Hijriah kepada seluruh umat Islam.

"Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberkahi bangsa Indonesia dengan persatuan, perdamaian, dan kemakmuran," pungkasnya.

 

Komentar