Rabu, 17 Juni 2026 | 20:52
NEWS

Detik-Detik Penyelamatan 'Korban Kecelakaan Beruntun' yang Mendebarkan!

Detik-Detik Penyelamatan 'Korban Kecelakaan Beruntun' yang Mendebarkan!
Tim SAR tengah latihan menangani kecelakaan beruntun (Dok Basarnas)

ASKARA - 'Kecelakaan beruntun' dramatis terjadi di Jalan Raya Cariu–Jonggol Km 72, Kabupaten Bogor, Kamis (22/05) pagi. 'Peristiwa tragis' itu merupakan simulasi yang menjadi puncak pelatihan Vehicle Accident Rescue (VAR) bagi 40 personel Basarnas dari seluruh Indonesia.

Dalam skenario simulasi, insiden melibatkan 6 kendaraan: satu truk, tiga minibus, dua sedan, dan satu sepeda motor. Truk ringsek di bagian depan dengan sopir terjepit dashboard. Dua minibus di depannya tampak menumpuk, dengan pengemudi tergencet body mobil. Di belakangnya, pengendara motor tertimpa minibus yang terguling dan motornya terbakar habis. Sementara itu, dua sedan lainnya terbalik dengan kondisi pengemudi terluka dan terjebak di dalam kendaraan.

Tim SAR yang tengah berada di Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan (BPSDMPP) Basarnas segera dikerahkan. Sebanyak 40 personel berkompetensi VAR diterjunkan ke lokasi membawa perlengkapan ekstrikasi dan medis.

Tiba di lokasi, tim langsung memadamkan api dan mengevakuasi para korban simulasi—total 6 orang—dengan prosedur profesional. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam waktu dua jam dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

“Pelatihan ini bertujuan membekali rescuer dengan keterampilan teknis dalam menangani korban kecelakaan mobil di jalan raya,” kata Heru Suhartanto, Kepala BPSDMPP Basarnas, didampingi Agung Priambodo, Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan.

Pelatihan VAR berlangsung selama 21 hari dan menjadi bagian dari pelatihan SAR lanjutan. Selain praktik lapangan, peserta juga dibekali pemahaman teknis tentang mobil listrik melalui kunjungan ke PT Astra International Tbk di Sunter, serta wawasan teknis kereta api di PT KAI Depo I Cipinang.

“Rescuer perlu memahami risiko dan karakteristik kendaraan listrik dan kereta api yang berbeda dari kendaraan konvensional. Dengan begitu, mereka tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menangani insiden,” jelas Heru.

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Melalui pelatihan ini, BPSDMPP Basarnas menegaskan komitmennya sebagai kawah Candradimuka pencetak pejuang kemanusiaan—selalu siap bekerja keras, bertindak cerdas, dengan hati yang ikhlas dan tuntas dalam tugas.

 

Komentar