Selasa, 21 Juli 2026 | 19:49
NEWS

Basarnas Medan Kerahkan Tim USAR, Dua Korban Masih Dicari di Reruntuhan Grand Polonia

Basarnas Medan Kerahkan Tim USAR, Dua Korban Masih Dicari di Reruntuhan Grand Polonia
Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengerahkan personel beserta peralatan Urban Search and Rescue untuk mencari dua korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan (Dok Basarnas)

ASKARA - Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan mengerahkan personel beserta peralatan Urban Search and Rescue (USAR) untuk mencari dua korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan di kawasan Grand Polonia, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026).

Operasi pencarian dilakukan bersama unsur SAR gabungan setelah sebuah bangunan dilaporkan runtuh yang diduga dipicu ledakan gas dari pipa tanam. Informasi kejadian diterima Basarnas Medan sekitar pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Medan langsung mengerahkan 15 personel menuju lokasi dengan membawa berbagai perlengkapan USAR guna mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.

Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan Brimob Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, serta unsur SAR gabungan lainnya untuk melakukan asesmen awal dan menyusun strategi pencarian.

Operasi SAR dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama bertugas melakukan deteksi awal menggunakan drone thermal guna mengidentifikasi kemungkinan keberadaan korban di bawah material bangunan. SRU kedua melaksanakan pencarian melalui metode Area Search Rescue (ASR) dengan sektorisasi lokasi sekaligus mengidentifikasi potensi bahaya. Sementara SRU ketiga melakukan pembukaan akses menggunakan peralatan ekstrikasi pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.

Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang berada di lokasi saat insiden terjadi. Empat orang berhasil selamat, yakni seorang balita berusia dua tahun bernama Jeavelin, Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.

Sementara itu, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 02.20 WIB dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Identitas korban masih dalam proses verifikasi. Hingga kini, dua korban lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, selaku Search Mission Coordinator (SMC) mengatakan seluruh personel terus bekerja maksimal untuk menemukan korban dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.

"Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian secara intensif dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi reruntuhan bangunan. Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas mengingat kondisi struktur bangunan yang masih berpotensi mengalami pergeseran," ujar Hery.

Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas Medan, Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, TNI AU, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Saka SAR, serta pemerintah setempat.

Dalam operasi tersebut, tim didukung berbagai peralatan, antara lain Rescue Truck, Rescue Car Double Cabin, drone thermal, crane, perlengkapan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap dua korban yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan dengan membuka akses pada titik-titik reruntuhan yang diperkirakan menjadi lokasi korban. Penyebab pasti runtuhnya bangunan masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

 

Komentar