Rabu, 17 Juni 2026 | 19:40
NEWS

Gestur Sederhana Kardinal Suharyo Jadi Simbol Besar

Gestur Sederhana Kardinal Suharyo Jadi Simbol Besar
Kardinal Suharyo ketika menandatangani 12 bola bisbol (Dok tangkapan laya)

ASKARA – Kehadiran Kardinal Ignatius Suharyo di Lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan, menjelang konklaf tertutup, menyita perhatian publik. Sejak tiba, ia langsung disambut hangat oleh media internasional dan para peziarah yang memadati kawasan suci itu. Di tengah ribuan mata yang memandang, Kardinal asal Indonesia itu tampil membacakan ikrar berjanji dan bersumpah dalam misa awal Konklaf dengan suara yang teduh dan lembut.

Namun yang paling menyentuh adalah momen saat Kardinal Suharyo dengan tenang dan tulus memberkati sejumlah orang sakit yang datang menghampirinya. Ia berhenti sejenak untuk menyentuh mereka satu per satu. Pemandangan itu menghadirkan keheningan dan rasa haru di tengah keramaian, seolah Tuhan sedang menyampaikan pesan melalui keteladanan seorang gembala sederhana.

Keunikan lain terjadi ketika satu orang misterius  menghampiri Kardinal Suharyo bukan dengan rosario atau benda rohani lainnya, melainkan dengan bola bisbol. Ia diminta menandatangani 12 bola bisbol oleh sekelompok peziarah asal Amerika Serikat. Momen tak lazim ini menarik perhatian wartawan dan banyak orang, karena belum pernah terlihat sebelumnya seorang kardinal membubuhkan tanda tangan pada benda olahraga di tengah suasana religius.

Banyak kalangan menduga, ada simbol atau pesan spiritual dari Allah yang ingin ditampilkan melalui kehadiran dan tindakan Kardinal Suharyo. Dalam sejarah Gereja, tanda-tanda besar kerap diawali dari peristiwa kecil yang tak terduga. Seperti halnya para murid Yesus dahulu, beberapa dari mereka bertubuh kecil dan tampak biasa saja, namun dipakai Tuhan untuk mengubah dunia.

Kini, ketika konklaf akan segera dimulai dalam ruang yang tertutup dan penuh doa, entah keajaiban apalagi yang akan terjadi. Namun satu hal pasti, rencana Tuhan selalu bekerja dalam diam, melalui orang-orang yang rendah hati dan tak mencari sorotan. Kardinal Suharyo mungkin menjadi bagian dari bab besar yang sedang ditulis Tuhan untuk Gereja-Nya.

 

 

Komentar