Rabu, 22 Juli 2026 | 04:49
COMMUNITY

Menyambut Keberkahan Bulan Dzulhijjah, Ustadz Muhammad Harun: Peluang Terakhir untuk Meraih Pahala Berlipat

Menyambut Keberkahan Bulan Dzulhijjah, Ustadz Muhammad Harun: Peluang Terakhir untuk Meraih Pahala Berlipat
Ustadz Muhammad Harun Al Rasyied

ASKARA - Bulan Dzulhijjah telah tiba—salah satu bulan suci dalam Islam yang memiliki banyak keistimewaan. Wakil Ketua Umum Yayasan Madani Al Washiyyah, Ustadz Muhammad Harun Al Rasyied, menyampaikan pesan penting menjelang datangnya bulan penuh keutamaan dalam Islam. Beliau menekankan bahwa bulan ini bukan hanya sekadar bagian dari arba’atun hurum (empat bulan yang dimuliakan), tetapi juga mengandung hari-hari monumental yang memiliki makna luar biasa bagi umat Islam.  

"“Dzulhijjah adalah bulan penuh keberkahan dan momentum spiritual. Ia termasuk dalam kelompok Arba’atun Hurum, bulan-bulan suci yang diistimewakan dalam Islam. Di dalamnya terdapat hari-hari monumental, seperti Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha. Bahkan Allah SWT bersumpah atas keagungannya dalam Al-Qur’an,” ujar Ustadz Harun,"  ujar Ustadz Muhammad Harun dalam tausiyahnya, Jumat (2/5).

Ia mengutip firman Allah dalam surah Al-Fajr. Allah SWT bahkan bersumpah atas kemuliaan bulan ini: "Demi waktu fajar. Dan demi malam (hari) yang sepuluh (hari pertama sampai hari kesepuluh Dzulhijjah). Dan demi yang genap dan yang ganjil." (QS. Al-Fajr: 1–3).

Bulan Dzulhijjah bukan hanya momen ibadah, tetapi juga kesempatan bagi umat Islam untuk menutup buku catatan amal dengan baik sebelum memasuki tahun hijriyah yang baru. Dalam penjelasan Syeikh Muhammad bin Jarir At-Thabari, dalam tafsirnya, mengutip Ibnu Abbas RA, disampaikan bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjahmemiliki keutamaan luar biasa. Amalan yang dilakukan di dalamnya akan dilipatgandakan pahalanya, namun sebaliknya, hukuman bagi dosa juga akan diperberat bagi mereka yang melanggar.  

"Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih dan meninggalkan segala larangan-Nya di bulan ini," tegasnya.

Amalan yang Dianjurkan

Menyambut datangnya bulan Dzulhijjah, umat Islam diingatkan kembali akan besarnya keutamaan yang terkandung dalam sepuluh hari pertamanya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini – yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah…” (HR. Bukhari)

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW mendorong umat Islam untuk mengoptimalkan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, karena dalam hari-hari tersebut, amal ibadah lebih dicintai oleh Allah dibanding hari lainnya.  

Bahkan para sahabat pun terkejut, hingga bertanya, “Bahkan lebih utama dari jihad fi sabilillah?” Nabi menjawab, “Bahkan tidak juga jihad, kecuali bagi orang yang pergi dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali lagi.”

Pesan ini ditegaskan oleh Ustadz Muhammad Harun  bahwa Dzulhijjah adalah waktu terbaik untuk berlomba dalam kebaikan. Tidak hanya ibadah haji, masih banyak amalan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keutamaan luar biasa di bulan ini, seperti:

1. Berqurban

Qurban adalah simbol kepasrahan, pengorbanan, dan ketaatan sejati kepada Allah SWT. Amalan yang sangat dicintai Allah pada hari raya Idul Adha adalah menyembelih hewan qurban. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah daripada menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya." (HR. Tirmidzi & Ibn Majah)  

2. Berpuasa di Hari Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa ini memiliki pahala luar biasa, yaitu pengampunan dosa selama dua tahun: tahun lalu dan tahun yang akan datang.

"Puasa pada hari Arafah – aku yakin kepada Allah – menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang." (Muttafaq ‘Alaih)  

3. Memperbanyak Tahlil, Takbir, dan Tahmid

Rasulullah SAW sangat menganjurkan memperbanyak tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah) di hari-hari ini.

"Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari Dzulhijjah. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid." (HR. Ahmad).

Ustadz Harun juga mengingatkan bahwa Dzulhijjah menandai akhir tahun hijriyah. Ini adalah waktu yang sangat tepat untuk menutup catatan amal tahunan kita dengan amal terbaik, memohon ampun atas dosa-dosa, dan berikhtiar agar Allah menghapus kesalahan kita di sepanjang tahun yang telah berlalu.

“Jadikan Dzulhijjah ini sebagai momentum tobat, bulan introspeksi, dan ladang amal yang luas. Sebelum lembaran baru tahun hijriyah dibuka, mari pastikan lembar lama ditutup dengan tinta kebaikan dan rahmat dari Allah SWT,” tuturnya.

Ustadz Harun juga menekankan bahwa bulan Dzulhijjah adalah momentum terakhir untuk menutup tahun hijriyah dengan amal terbaik. Mari manfaatkan kesempatan emas ini sebagai titik balik menuju hamba yang bertaqwa.

"Allahummaj’al yaumana khairan min amsina, Waj’al ghodana khairan min yaumina, Wa ahsin’aqibatana fil umuri kulliha." “Ya Allah, jadikanlah hari ini lebih baik bagi kami dibanding hari kemarin, jadikanlah hari esok lebih baik bagi kami dibanding hari ini, dan berikanlah kami hasil terbaik dari segala ikhtiar yang telah kami lakukan.”

"Semoga kita termasuk orang-orang yang meraih keberkahan di 10 hari pertama Dzulhijjah, menjadi hamba-hamba pilihan yang taat, bersyukur, dan bertaqwa. Aamiin YRA," tutupnya.

Komentar