Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:16
NEWS

Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI: Prof Rokhmin Dahuri Apresiasi Pengelolaan Konservasi Dan Ketahanan Pangan di Sumut

Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI: Prof Rokhmin Dahuri Apresiasi Pengelolaan Konservasi Dan Ketahanan Pangan di Sumut
Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS bersama Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto

ASKARA – Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah, terutama dalam hal pengelolaan konservasi dan ketahanan pangan di Sumut. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan ketahanan pangan. 

Demikian disampaikan Prof Rokhmin Dahuri saat melakukan kunjungan kerja spesifik bersama anggota Komisi IV DPR R  ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Sumut dan BULOG wilayah Sumut di Kantor Wilayah Medan pada Rabu (9/4). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi dua isu utama: perdagangan satwa dan tumbuhan liar, serta konservasi ekosistem hutan di wilayah tersebut.

"Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan langkah-langkah konkret dapat diambil untuk mengatasi tantangan terkait konservasi serta meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Sumut, sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan pangan nasional yang semakin meningkat," ujarnya.

Menurutnya, evaluasi ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan ekosistem sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan yang kuat.

Selain konservasi, kunjungan ini juga mencakup evaluasi kinerja BULOG, Bapanas, ID Food, dan Badan Karantina dalam mengelola stok dan harga pangan, serta upaya mewujudkan swasembada pangan di wilayah Sumut.

"Perlunya peningkatan sinergi antara lembaga terkait untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam dan pangan demi keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat," ucap Prof Rokhmin Dahuri.

Fokus pada Konservasi dan Ketahanan Pangan

Dalam kesempatan itu, Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 2.435.658 ton, sebuah pencapaian yang didukung oleh Inpres 6 Tahun 2025. 

"Dikeluarkannya Inpres 6/2025 sangat menggembirakan karena menjadi landasan penting bagi Bulog dan kementerian/lembaga terkait, karena penyerapan beras terus meningkat dan cadangan pangan nasional terus naik," ujar Sudarsono.

Komentar