Mengenal Dua Pastor Muda Angkatan Darat dengan Pangkat Letnan Dua
ASKARA - Dua pastor muda, Rm. Damianus Damian Kopong Miten, Pr, atau Romo Aris, dan Pastor Jimmy Yohanes Hyronimus, kini resmi menjadi bagian dari Rohani Katolik (ROHKAT) TNI Angkatan Darat. Keduanya telah menyelesaikan Pendidikan Pertama Perwira Karier (Dikma PaPK-32) tahun 2025 dan siap mengemban tugas sebagai pembimbing rohani bagi para prajurit TNI AD.
Romo Aris lahir di Maumere pada 16 Maret 1995 dan menyelesaikan pendidikan S-1 Filsafat di Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, NTT, sebelum meraih gelar S-2 Teologi di Seminari Tinggi Teologi St. Mikael, Kupang. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 10 Oktober 2022. Sementara itu, Pastor Jimmy lahir di Dili, Timor Leste, pada 16 November 1996. Ia meraih gelar S-2 Filsafat dan Teologi dari Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Maumere, NTT, dan menerima tahbisan imamat pada 26 Agustus 2024.
Dalam kesaksiannya, Romo Aris mengungkapkan bahwa ketertarikannya menjadi imam bermula dari kekagumannya terhadap jubah imam. “Saya tertarik menjadi imam karena melihat jubah imam. Setelah saya memakainya, saya tidak akan melepasnya,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Sedangkan Pastor Jimmy mengaku awalnya tidak menyangka akan diutus oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, untuk bertugas di Keuskupan Militer (OCI). Saat itu ia masih seorang diakon, namun ia menerima tugas tersebut dengan penuh ketaatan.
Proses pendidikan militer yang dijalani keduanya di Akademi Militer (Akmil) cukup berat, terutama karena harus menyelesaikan Dikma hanya dalam waktu tiga bulan. Namun, berkat dukungan dan doa dari Uskup, keluarga, serta teman-teman, mereka mampu melewatinya dengan baik. Pastor Jimmy menegaskan bahwa tugasnya di lingkungan TNI AD adalah kesempatan nyata untuk mengamalkan prinsip "100 Persen Katolik, 100 Persen Indonesia."
Sebagai bagian dari ROHKAT TNI AD, Romo Aris dan Pastor Jimmy berharap dapat memberikan bimbingan spiritual yang lebih luas kepada para prajurit TNI dan masyarakat yang membutuhkan. Mereka ingin memastikan bahwa nilai-nilai keimanan tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan militer.
Dengan semangat pengabdian, keduanya berkomitmen untuk menjalankan tugas sebagai pastor organik di lingkungan TNI AD. Mereka siap memberikan pelayanan terbaik demi memperkuat kehidupan rohani para prajurit serta menanamkan nilai kebangsaan di lingkungan militer.

Komentar