Waspada Gempa Vulkanik, Gunung Gede Berpotensi Alami Letusan Freatik
ASKARA - Waspada! Aktivitas kegempaan di Gunung Gede, Jawa Barat, meningkat signifikan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan peningkatan signifikan gempa vulkanik dalam di Gunung Gede, Jawa Barat, pada Selasa (1/4).
PVMBG) mencatat 21 kali gempa vulkanik dalam (VA) dalam kurun waktu 6 jam sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat 21 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), jauh di atas rata-rata harian bulan sebelumnya. Angka ini jauh melebihi rata-rata harian bulan sebelumnya yang hanya 0-1 kali gempa per hari.
Sebagai catatan, erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada 1957, dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter dari Kawah Ratu. Saat ini, aktivitas hembusan terpantau berasal dari Kawah Wadon, dengan ketinggian asap mencapai 50–100 meter pada Maret 2024.
Lonjakan Aktivitas Vulkanik Mengkhawatirkan
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyatakan bahwa lonjakan aktivitas gempa ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Gede yang bisa berisiko *memicu letusan freatik dan hembusan gas beracun di sekitar kawah.
"Peningkatan tekanan ini berpotensi memicu letusan freatik dan hembusan gas beracun di sekitar kawah, yang dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi gas melebihi ambang batas aman,"* jelas Wafid dalam siaran pers, Rabu (2/4).
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Meskipun status Gunung Gede masih dinyatakan Normal, PVMBG mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak mendekati area dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon. Petugas Pos Pengamatan Gunung Gede di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, juga terus memantau aktivitas vulkanik secara intensif.
“Tingkat aktivitas Gunung Gede akan segera ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual dan kegempaan yang signifikan,” tegas Wafid.
Potensi Bahaya di Sekitar Kawah
Potensi bahaya utama yang diwaspadai adalah:
1. Letusan Freatik: Dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda peringatan.
2. Hembusan Gas Beracun: Konsentrasi gas berlebih dapat berdampak fatal bagi pengunjung di sekitar kawah.
Dengan Gunung Gede yang secara administratif mencakup wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor*, perhatian lebih diperlukan untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitarnya.
PVMBG mengajak masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Gede dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di sekitar area gunung. Semoga wilayah ini tetap aman dan jauh dari potensi bencana.
"Tingkat aktivitas Gunung Gede akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan signifikan pada visual maupun kegempaan," tandas Wafid.

Komentar