Rabu, 22 Juli 2026 | 05:29
NEWS

Viral! Fenomena Hotel Cinta Berubah Jadi Rumah Duka di Jepang, Apa yang Terjadi?

Viral! Fenomena Hotel Cinta Berubah Jadi Rumah Duka di Jepang, Apa yang Terjadi?
Sebuah hotel cinta di Prefektur Saitama beralih fungsi menjadi rumah duka (Dok Freepik)

ASKARA - Sebuah fenomena unik terjadi di Jepang ketika sebuah hotel cinta di Prefektur Saitama beralih fungsi menjadi rumah duka. Perubahan drastis ini menjadi viral di media sosial dan memicu perbincangan warganet mengenai tren demografi di Jepang yang terus berubah. 

Banyak yang mengaitkan fenomena ini dengan penurunan angka kelahiran dan populasi yang menua. Dengan semakin sedikitnya pasangan muda di Jepang yang menikah dan memiliki anak, kebutuhan akan hotel cinta semakin menurun. Sebaliknya, permintaan untuk layanan pemakaman meningkat seiring bertambahnya jumlah lansia di negara tersebut.  

Hotel cinta di Jepang mulai berkembang pesat sejak akhir 1960-an, terutama saat ekonomi negara tersebut sedang berada di puncak kejayaannya. Hotel-hotel ini dikenal sebagai tempat bagi pasangan yang mencari privasi, dengan konsep yang bervariasi, mulai dari yang mewah layaknya hotel bintang lima hingga yang sederhana dengan tarif lebih terjangkau.

Beberapa hotel cinta bahkan terkenal karena desain tematik yang unik, seperti bertema anime, luar angkasa, hingga negeri dongeng. Namun, perubahan zaman dan demografi membuat beberapa hotel ini harus beradaptasi atau bahkan beralih fungsi, seperti yang terjadi di Saitama. 

Kini, kamar-kamar yang dulunya dihiasi dengan dekorasi mencolok telah dicat putih dan diubah menjadi ruangan dengan suasana lebih khidmat.  

Reaksi warganet pun beragam. Beberapa menganggap perubahan ini sebagai gambaran nyata dari kehidupan, dengan komentar seperti “dari buaian hingga liang lahat”. Namun, ada juga yang merasa aneh dan tidak nyaman dengan konsep pemakaman di bekas hotel cinta.  

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, angka kelahiran pada 2024 turun hingga 720.988, mencatat rekor terendah dalam sejarah dan mengalami penurunan selama sembilan tahun berturut-turut.

Di sisi lain, jumlah lansia terus meningkat, dengan populasi usia 65 tahun ke atas mencapai 36,25 juta jiwa atau 29,3% dari total penduduk Jepang. Diperkirakan angka ini akan terus naik dan mencapai 34,8% pada tahun 2040.

Perubahan demografi ini juga memengaruhi sektor industri lain, termasuk hotel cinta. Menurut Badan Kepolisian Nasional Jepang, jumlah hotel cinta yang terdaftar menurun dari 5.670 pada tahun 2016 menjadi 5.183 pada tahun 2020.

 

 

Komentar