Kamis, 23 Juli 2026 | 20:45
OPINI

Minat Baca di Indonesia Rendah, Kurangnya Fasilitas Baca Jadi Penyebab?

Minat Baca di Indonesia Rendah, Kurangnya Fasilitas Baca Jadi Penyebab?
Ilustrasi membaca (Dok Pixabay)

ASKARA - Menurut UNESCO, hanya 0,001% masyarakat Indonesia yang memiliki minat baca, artinya hanya 1 dari 1.000 orang yang gemar membaca. Padahal, membaca merupakan dasar untuk memperoleh pengetahuan sehari-hari. Di era digital ini, kegiatan membaca seharusnya dapat dilakukan dengan mudah di mana saja dan kapan saja. Namun, kenyataannya, minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah.

Kebiasaan masyarakat yang lebih sering menggunakan gadget untuk mengakses media sosial daripada membaca buku menjadi salah satu penyebabnya. Perilaku ini menunjukkan bahwa orang lebih terbiasa menggunakan perangkat mereka untuk hiburan, bukan untuk memperkaya wawasan. Minat baca sebenarnya dapat ditingkatkan jika masyarakat mulai membiasakan diri untuk membaca, dimulai dari hal-hal yang menarik minat mereka. Bacaan yang dipilih tidak harus berat, seperti koran atau buku ilmiah, tetapi dapat berupa cerpen atau novel.

Saat ini, bacaan dapat diakses dengan mudah melalui internet, termasuk perpustakaan digital yang menyediakan koleksi gratis. Namun, tidak semua masyarakat memiliki akses ke gadget atau internet. Di daerah terpencil yang tidak terjangkau teknologi, buku fisik menjadi sumber utama untuk membaca. Sayangnya, akses terhadap buku berkualitas masih sulit di Indonesia. Harga buku yang mahal dan daya beli masyarakat yang rendah menjadi kendala utama. Selain itu, fasilitas membaca seperti perpustakaan juga masih minim, bahkan di perkotaan.

Beberapa inisiatif seperti Lapak Membaca yang dikelola oleh sukarelawan menunjukkan bahwa minat baca sebenarnya bisa ditingkatkan. Warga yang menyediakan buku secara gratis di tempat-tempat umum berhasil menarik berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk membaca. Hal ini membuktikan bahwa jika fasilitas membaca yang nyaman dan gratis tersedia, minat baca masyarakat dapat berkembang.

Kesimpulan

Minat baca masyarakat Indonesia yang rendah disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketergantungan pada media sosial, kurangnya kebiasaan membaca sejak dini, hingga terbatasnya akses terhadap buku murah dan berkualitas serta fasilitas perpustakaan. Namun, permasalahan ini dapat diatasi dengan membiasakan membaca sejak kecil, memulai dari bacaan yang menarik minat, menyediakan buku yang mudah diakses semua kalangan, dan memperluas fasilitas membaca. Kerja sama antara masyarakat dan pemerintah diperlukan untuk mewujudkan hal ini.

 

Penulis: Alyssa Hanan 

Mahasiswi Universitas Pamulang

Komentar