Rabu, 17 Juni 2026 | 18:46
NEWS

Prof. Rokhmin Dahuri Prihatin Lulusan Pertanian Tidak Kerja ke Bidangnya

Prof. Rokhmin Dahuri Prihatin Lulusan Pertanian Tidak Kerja ke Bidangnya
Prof. Rokhmin Dahuri saat memberikan sambutan pada acara Wisuda Program Sarjana Terapan dan Diploma III, Sekolah Vokasi IPB University Tahap II 2023 - 2024 (dok RD Institute)

ASKARA - Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS mengaku  merasa prihatin dengan fenomena tidak banyaknya lulusan pertanian, termasuk dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang terjun ke sektor pertanian disebabkan masih rendahnya pendapatan.

"Hal membuat lulusan pertanian pindah ke profesi yang mendapatkan upah lebih tinggi," ujar akademisi dan praktisi di bidang kelautan dan perikanan tersebut dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, dikutip Kamis, (24/10).

Untuk itu, anggota Komisi IV DPR RI tersebut mendorong pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk meningkatkan skala ekonomi pertanian. Menurutnya, tidak sedikit lulusan IPB menekuni sektor pertanian secara luas, perikanan, holtikultura hingga peternakan.
Ia menambahkan kurikulum belum sesuai dengan permintaan pasar pertanian saat ini.

"Jangan-jangan kurikulum yang kita ajarkan di perguruan tinggi pertanian tidak cukup sesuai, link and match dengan kebutuhan pasar kerja diluar," kata Prof Rokhmin Dahuri.

Potensi Sektor Pertanian

Dalam kesempatan lain, Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) mengatakan, hal ini menunjukkan adanya tantangan besar yang harus kita hadapi bersama.

Pertama, kita perlu memahami bahwa sektor pertanian bukan hanya tentang bercocok tanam, tetapi juga mencakup berbagai aspek seperti teknologi pertanian, manajemen sumber daya, dan inovasi. 

"Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada para mahasiswa tentang potensi dan peluang di sektor pertanian," tegas Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004 itu.

Kedua, kita harus menciptakan ekosistem yang mendukung bagi para lulusan untuk berkarir di sektor pertanian. Ini termasuk memberikan insentif finansial, akses ke teknologi, dan dukungan dari pemerintah serta sektor swasta.

Ketiga, perlu adanya perubahan paradigma bahwa sektor pertanian bukanlah pilihan karir yang kurang menarik. Dengan kemajuan teknologi dan inovasi, sektor pertanian kini menawarkan peluang yang sangat menjanjikan bagi para profesional muda.

"Saya mengajak semua pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun sektor swasta, untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para lulusan pertanian untuk berkarya di bidangnya. Dengan demikian, kita dapat memastikan keberlanjutan dan kemajuan sektor pertanian Indonesia," ujar anggota Dewan Pembina HA-IPB (Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor) itu.

Komentar