Senin, 03 Agustus 2026 | 07:58
NEWS

Angelus Minggu

Paus Leo XIV Ingatkan Bahaya Keserakahan

Paus Leo XIV Ingatkan Bahaya Keserakahan
Paus Leo XIV saat Angelus Minggu (Dok Vatican)

ASKARA - Paus Leo XIV menegaskan, hanya Kristus yang mampu memuaskan kelaparan terdalam manusia, bukan sekadar kebutuhan jasmani, tetapi juga kerinduan akan kebenaran, kehidupan, dan kasih Allah.

Pesan tersebut disampaikan Bapa Suci saat memimpin doa Angelus pada Minggu (2/8/2026), dengan merenungkan mukjizat penggandaan lima roti dan dua ikan sebagaimana dikisahkan dalam Injil Matius.

Dalam renungannya, Paus menjelaskan, mukjizat Yesus bukan sekadar tindakan luar biasa untuk memberi makan lebih dari lima ribu orang. Peristiwa itu merupakan tanda nyata kasih Allah sekaligus pewartaan bahwa Kerajaan Allah hadir di tengah umat manusia.

"Kristus sungguh memuaskan kelaparan manusia, yakni rasa lapar akan kebenaran dan kehidupan," tegas Paus Leo XIV.

Menurutnya, setiap perjumpaan dengan Kristus merupakan pengalaman yang menghidupkan dan mengenyangkan jiwa. Hal itu tampak ketika semua orang yang hadir dalam mukjizat tersebut makan hingga kenyang, bahkan masih tersisa dua belas bakul penuh.

Bagi Paus, peristiwa itu menjadi bukti penyelenggaraan ilahi tidak pernah mengecewakan. Tuhan selalu mencukupi kebutuhan manusia dengan kelimpahan kasih-Nya.

Namun, Bapa Suci juga mengingatkan bahaya kerakusan yang disebutnya sebagai "penyakit rohani". Keserakahan, kata Paus, membuat manusia menimbun harta dan menyia-nyiakan berkat, sehingga kehilangan kepekaan terhadap sesama yang menderita.

"Penyakit rohani ini membius hati manusia dengan kekayaan hingga melupakan mereka yang menangis karena lapar dan kehausan," ujarnya.

Di tengah dunia yang masih dilanda perang, kesombongan, dan berbagai krisis kemanusiaan, Paus mengajak umat meneladani Yesus yang memandang ke surga, memberkati roti, memecahkannya, lalu membagikannya kepada para murid untuk diteruskan kepada orang banyak.

Menurut Paus Leo XIV, tindakan itu mencapai puncaknya dalam Perjamuan Terakhir ketika Yesus memberikan diri-Nya sendiri sebagai santapan hidup bagi umat manusia melalui Ekaristi.

Karena itu, ia mengajak umat Katolik yang menerima rahmat Ekaristi untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari kebiasaan sederhana seperti mensyukuri makanan bersama keluarga dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

Bahkan, masa liburan pun, kata Paus, dapat menjadi kesempatan untuk membangun persaudaraan dan menunjukkan kepedulian kepada sesama, terutama mereka yang hidup dalam kekurangan.

Menutup renungannya, Paus Leo XIV memohon bantuan Santa Perawan Maria agar umat semakin bertumbuh dalam kasih, sehingga tidak ada seorang pun yang kekurangan "roti harian" yang menjadi kebutuhan hidupnya, baik secara jasmani maupun rohani.

 

Komentar