Viral! Anggota DPR Gerindra Moreno Soeprapto Video Call Sambil Melet Saat RDP Resmi Bersama MIND ID
ASKARA - Gedung Nusantara DPR RI kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya aksi tidak pantas seorang anggota dewan di tengah rapat resmi. Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, tertangkap kamera sedang asyik melakukan video call sambil menjulurkan lidah (melet) saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) berlangsung.
Momen tersebut terjadi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Direktur Utama MIND ID beserta jajaran direksi subholding, pada Selasa, 15 September 2026.
Rapat yang seharusnya membahas isu strategis terkait pengelolaan industri pertambangan BUMN itu mendadak viral bukan karena substansi pembahasannya, melainkan karena ulah salah satu pesertanya.
Dalam rekaman dan foto yang beredar luas di platform X dan Instagram, terlihat Moreno Soeprapto memegang ponsel di hadapannya. Ia tampak tersenyum dan menjulurkan lidah ke arah layar, diduga sedang melakukan video call dengan seorang perempuan. Aksi tersebut dilakukan secara santai di kursi anggota dewan, di tengah jalannya rapat resmi yang dihadiri pimpinan MIND ID.
Padahal, saat itu Direktur Utama MIND ID sedang memaparkan laporan kinerja dan rencana strategis subholding. Seluruh anggota komisi seharusnya fokus menyimak dan memberikan pertanyaan kritis terkait tata kelola tambang nasional.
Publik pun meradang. Banyak warganet menilai aksi tersebut mencerminkan rendahnya etika dan rasa tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
"Di saat rakyat menuntut kerja serius soal tambang dan lingkungan, wakilnya malah asyik video call sambil melet. Ini Dewan Perwakilan Rakyat atau taman bermain?" tulis salah satu akun di X.
Hingga kini, Moreno Soeprapto belum memberikan klarifikasi resmi. Fraksi Partai Gerindra dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI didesak untuk turun tangan dan memeriksa dugaan pelanggaran kode etik tersebut, karena setiap anggota wajib menjaga wibawa dan kehormatan DPR.
Publik kini menanti, apakah akan ada sanksi tegas atau kembali berakhir dengan permintaan maaf formal tanpa konsekuensi nyata.

Komentar