Minggu, 20 September 2026 | 09:44
NEWS

Saat Polisi dan Wartawan Larut dalam Suasana Kekeluargaan di Kotamobagu

Saat Polisi dan Wartawan Larut dalam Suasana Kekeluargaan di Kotamobagu
Momen keakraban antara wartawan dengan Kapolres Kotamobagu (Dok PWI)

ASKARA - Tak selalu pertemuan antara polisi dan wartawan berlangsung dalam suasana formal. Di Kotamobagu, keakraban justru terlihat ketika jajaran Polres Kotamobagu dan wartawan PWI duduk bersama, berbincang, hingga berjoget dalam suasana penuh canda dan kekeluargaan.

Momen tersebut berlangsung setelah acara kenal pamit Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Sabtu (19/9/2026) siang. Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., bersama Kasat Reskrim yang baru AKP Mahadewa Bayu Sulistyanarendra, S.Tr.K., S.I.K., serta sejumlah pejabat utama Polres Kotamobagu, berbaur dengan pengurus dan wartawan PWI Kotamobagu.

Suasana semakin cair ketika Kapolres Kotamobagu mengambil mikrofon dan menyanyikan sejumlah lagu. Para wartawan yang hadir pun ikut menikmati suasana. Tak lama kemudian, beberapa di antaranya larut dalam joget bersama.

Tawa dan tepuk tangan pun pecah. Untuk sejenak, batas antara seragam dan kamera, antara aparat dan jurnalis, seperti mencair dalam sebuah ruang yang sama, ruang kebersamaan.

Namun, di balik suasana santai tersebut, ada pesan yang lebih penting: komunikasi antara kepolisian dan pers perlu terus dirawat.

Kapolres Kotamobagu mengatakan, kebersamaan dan silaturahmi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan antara polisi dan insan pers.

"Kami bukan sekadar mitra kerja, melainkan keluarga. Semoga keakraban ini terus terjaga, sehingga informasi yang tersampaikan kepada masyarakat tetap akurat, seimbang, dan membangun," ujar Abdul Kholik.

Kehadiran Kasat Reskrim yang baru, AKP Mahadewa Bayu Sulistyanarendra, juga mendapat sambutan hangat dari jajaran PWI Kotamobagu. Bagi wartawan, pergantian pejabat di kepolisian bukan sekadar pergantian personel, tetapi juga menjadi awal membangun komunikasi dan sinergi baru.

Ketua PWI Kotamobagu Konni Balamba berharap suasana tersebut tidak berhenti sebagai sebuah momen seremonial. Ia ingin kedekatan yang terbangun dapat diterjemahkan menjadi komunikasi yang semakin terbuka antara kepolisian dan media.

"Kami berharap suasana akrab ini terus dipertahankan, menjadikan komunikasi antara Polres Kotamobagu dan media kian terbuka, transparan, dan sinergis demi kemajuan bersama di Kota Kotamobagu," kata Konni.

Menurut Konni, semangat kebersamaan juga sejalan dengan jargon "PWI Bersatu" yang mencerminkan semangat rekonsiliasi, soliditas, dan integrasi internal organisasi.

"Sasarannya untuk menyatukan seluruh elemen wartawan di Kota Kotamobagu," ujarnya.

Ia menambahkan, semangat merangkul merupakan bagian dari komitmen PWI sebagai organisasi profesi wartawan untuk membangun kehidupan pers yang inklusif.

Merangkul, kata Konni, berarti mengajak, menyatukan, dan mengayomi seluruh unsur pers, baik wartawan muda maupun senior serta berbagai komponen pers lainnya tanpa diskriminasi.

Pada akhirnya, musik boleh berhenti dan suasana santai kembali menjadi rutinitas kerja. Tetapi pesan dari pertemuan itu tetap sederhana, polisi membutuhkan pers untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, sementara pers membutuhkan keterbukaan aparat untuk menghadirkan berita yang akurat dan berimbang.

Di tengah tuntutan profesionalisme masing-masing, keakraban dan komunikasi yang sehat menjadi jembatan agar keduanya tetap dapat menjalankan peran untuk kepentingan masyarakat.

 

Komentar