Jenazah Nirmal Purja Ditemukan, Tewas Saat Ekspedisi di Pakistan
ASKARA - Kabar duka kembali datang dari Pegunungan Karakoram, Pakistan. Tim pencarian akhirnya menemukan jenazah pendaki legendaris asal Nepal, Nirmal "Nimsdai" Purja, bersama dua pendaki Nepal lainnya, Kilu Pemba Sherpa dan Nima Sherpa, yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat longsoran salju (avalanche) di Broad Peak.
Sebelumnya, jenazah Pur Bahadur Gurung (Yukta) telah lebih dahulu ditemukan sehari sebelumnya. Dengan ditemukannya tiga korban lainnya, misi pencarian memasuki babak baru, meski upaya mencari seorang pendaki asal Pakistan yang masih hilang terus dilanjutkan.
Operasi pencarian dan evakuasi dipimpin oleh pemandu gunung senior Nepal bersertifikat IFMGA/NNMGA, Mingma Gyalje Sherpa (Mingma G). Setelah bekerja dalam kondisi cuaca dan medan yang sangat berat, tim penyelamat kembali ke pos untuk beristirahat sebelum melanjutkan operasi pada hari berikutnya.
Kepergian Nirmal Purja menjadi kehilangan besar bagi dunia mountaineering. Pendaki yang akrab disapa Nimsdai itu dikenang bukan hanya karena keberhasilannya memecahkan rekor mendaki 14 gunung berketinggian di atas 8.000 meter hanya dalam waktu 6 bulan 6 hari, tetapi juga karena kepemimpinan, kerendahan hati, profesionalisme, dan dedikasinya terhadap dunia pendakian.
Melalui proyek Project Possible, Purja membuktikan, batas kemampuan manusia dapat ditembus dengan tekad, disiplin, dan kerja keras. Kisahnya kemudian menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia melalui film dokumenter "14 Peaks: Nothing Is Impossible".
Komunitas pendaki internasional menyebut Nimsdai sebagai sosok yang mengubah wajah pendakian modern. Ia tidak hanya mengejar rekor, tetapi juga berkali-kali terlibat dalam misi penyelamatan pendaki lain di Himalaya, bahkan rela mempertaruhkan keselamatannya demi menyelamatkan nyawa sesama pendaki.
Pihak yang memimpin operasi pencarian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta hanya mengacu pada informasi resmi sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari komunitas pendaki dunia, pemerintah, hingga organisasi pencinta alam. Kepergian Nirmal Purja, Pur Bahadur Gurung, Kilu Pemba Sherpa, dan Nima Sherpa menjadi pengingat bahwa keindahan pegunungan selalu berjalan beriringan dengan risiko yang sangat besar.
Meski raganya telah tiada, warisan keberanian dan semangat pantang menyerah yang ditinggalkan Nirmal Purja diyakini akan terus hidup, menginspirasi generasi pendaki di seluruh dunia untuk terus bermimpi, melampaui batas, dan menghormati alam yang menjadi rumah bagi para petualang.

Komentar