Sabtu, 19 September 2026 | 15:25
NEWS

Jumat Keliling Kapolres Kotamobagu: Keamanan Dimulai dari Mendengar Warga

Jumat Keliling Kapolres Kotamobagu: Keamanan Dimulai dari Mendengar Warga
Foto kolase kegiatan Kapolres Kotamobagu di Jumat Keliling (Dok Humas Polres)

ASKARA - Keamanan tidak selalu lahir dari sirene, patroli, atau penegakan hukum. Ada kalanya, keamanan justru tumbuh dari hal sederhana, duduk bersama, membuka percakapan dan mau mendengarkan suara masyarakat.

Pesan itu terasa dalam kegiatan Jumat Keliling yang dilaksanakan Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik bersama jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Poyowa Kecil, Kotamobagu.

Kehadiran Kapolres di tengah jamaah menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara Polri dan masyarakat. Bukan sekadar menyampaikan pesan Kamtibmas, tetapi juga mendengar langsung masukan dan persoalan yang berkembang di lingkungan warga.

AKBP Abdul Kholik mengatakan, program Jumat Keliling memang dirancang untuk membuka komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.

"Kami berharap masyarakat dapat memberikan masukan maupun saran yang konstruktif. Dengan komunikasi seperti ini, kami bisa terus memperbaiki pelayanan kepolisian sekaligus bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif di wilayah Kotamobagu," ujar Abdul Kholik, Jumat (18/9/2026).

Bagi Pembina LDII Desa Poyowa Kecil, Haji Sudirman Sulaiman yang akrab disapa Haji Ninong, pertemuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar kunjungan. Ia melihat silaturahmi antara aparat dan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun rasa saling percaya.

"Kami menyambut baik Jumat Keliling ini. Ketika Kapolres mau datang, duduk bersama dan mendengarkan masyarakat, itu menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya urusan polisi. Masyarakat juga punya tanggung jawab untuk menjaganya," kata Haji Ninong.

Menurutnya, persoalan keamanan akan lebih mudah dicegah ketika komunikasi antara masyarakat dan aparat berjalan terbuka. Warga tidak takut menyampaikan persoalan, sementara polisi dapat memahami kondisi di lapangan secara lebih dekat.

"Jangan sampai masyarakat baru bertemu polisi ketika ada masalah. Justru sebelum masalah terjadi, kita harus sudah saling mengenal dan membangun komunikasi. Kalau sudah ada kepercayaan, persoalan kecil tidak harus berkembang menjadi persoalan besar," ujarnya.

Haji Ninong juga mengajak warga untuk menjaga lingkungan dengan mengedepankan kebersamaan, toleransi dan kepedulian. Menurutnya, suasana aman tidak cukup hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban.

"Keamanan itu bukan sesuatu yang diberikan, tetapi sesuatu yang kita jaga bersama. Polisi menjaga dari sisi tugasnya, masyarakat menjaga dari lingkungan masing-masing," katanya.

Jumat Keliling pun meninggalkan pesan sederhana: Kamtibmas tidak hanya dibangun dengan kekuatan aparat, tetapi juga dengan kepercayaan yang tumbuh ketika polisi dan masyarakat mau duduk bersama, berbicara dan saling mendengarkan.

Komentar