Pameran Kaligrafi Internasional di Semarang Resmi Ditutup, JIC Dorong Inovasi hingga MTQ 2027
ASKARA — Pameran Kaligrafi Internasional di Semarang resmi berakhir pada Jumat, 18 September 2026. Penutupan berlangsung di Citraland Mall Ciputra, Kota Semarang, dan dihadiri oleh Kepala Divisi Umum PPIJ Jakarta Islamic Centre, Prof. Agus Suradika.
Prof. Agus mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan pameran yang mempertemukan karya-karya kaligrafi dengan sentuhan kreativitas dan nuansa lokal tersebut.
Atas nama PPIJ Jakarta Islamic Centre, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang atas dukungan dan kerja sama selama penyelenggaraan kegiatan.
“Kami mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Pameran Kaligrafi Internasional di Semarang. Atas nama PPIJ, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang yang telah bekerja sama dan mendukung kegiatan ini,” ujar Prof. Agus.
Ia berharap semangat pengembangan seni kaligrafi melalui pameran semacam ini dapat terus berlanjut, termasuk dalam rangka menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun depan di DKI Jakarta.
“Insyaallah, MTQ tahun depan di DKI Jakarta semoga semakin baik. Jakarta Islamic Centre juga terus berupaya agar ajang semacam ini dapat terus berkembang,” katanya.
Sementara itu, peserta pameran dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Haldani, mendorong agar penyelenggaraan pameran kaligrafi pada tahun berikutnya menghadirkan karya yang lebih beragam.
Menurutnya, pameran dapat menjadi ruang untuk menampilkan bentuk-bentuk kaligrafi yang belum banyak muncul dalam ajang MTQ. Hal tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari inovasi dalam pengembangan seni kaligrafi.
“Tahun depan harus lebih variatif. Kaligrafi-kaligrafi yang tidak ada di MTQ bisa kita hadirkan sebagai salah satu bentuk inovasi,” ujar Haldani.
Ia juga mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam Pameran Kaligrafi Internasional di Semarang. Karya yang dibawanya turut memadukan unsur lokal sebagai bagian dari eksplorasi artistik
“Saya bersyukur bisa ikut andil dalam pameran Kaligrafi Internasional di Semarang. Melalui karya kami yang memadukan nuansa lokal, event kali ini menjadi lebih meriah,” tuturnya.
Berakhirnya pameran di Semarang diharapkan tidak menjadi penutup bagi geliat seni kaligrafi, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan karya yang semakin beragam, inovatif, dan dekat dengan kekayaan budaya lokal pada penyelenggaraan berikutnya.

Komentar