Spanduk ALA Mulai Bermunculan di Takengon, Aspirasi Pemekaran Kembali Menguat
ASKARA - Wacana pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kembali mengemuka di Dataran Tinggi Gayo. Sejumlah spanduk yang menyuarakan dukungan terhadap pembentukan provinsi baru mulai terlihat di sejumlah titik Kota Takengon, Aceh Tengah.
Salah satunya terpasang di depan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Tengah, Jalan Sengeda.
Spanduk tersebut menampilkan enam pemuda dan pemudi Gayo mengenakan pakaian adat dengan tulisan, “ALA untuk Dataran Tinggi Gayo: Sejahtera, Maju & Bersatu.” Di bagian bawah terdapat pesan agar masyarakat menyikapi perbedaan pendapat secara wajar dan mencari informasi yang benar mengenai wacana pembentukan ALA.
Kemunculan spanduk itu menjadi bagian dari dinamika aspirasi pemekaran ALA yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sebelumnya, KP3ALA juga telah menyuarakan percepatan pembentukan provinsi tersebut dan meminta pemerintah pusat memberikan kepastian terhadap proses penataan daerah.
Ketua Umum KP3ALA Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak, mengatakan dukungan terhadap ALA dinilainya semakin terlihat di tengah masyarakat Gayo.
“Ini murni aspirasi rakyat bawah. Mereka sudah jenuh dengan isu yang dihembuskan bahwa ALA itu memecah belah. Justru rakyat melihat ALA sebagai jalan kesejahteraan, kemudahan pelayanan, dan menjaga kedaulatan di wilayah tengah Aceh yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara,” ujar Zam Zam, Sabtu (19/9/2026).
Menurut dia, salah satu alasan yang mendorong kembali menguatnya aspirasi tersebut adalah persoalan jarak dan akses pelayanan pemerintahan. Ia menilai wilayah tengah Aceh membutuhkan pusat pemerintahan yang lebih dekat sehingga pelayanan publik dan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara lebih cepat.
Zam Zam juga mengaitkan kebutuhan tersebut dengan pengalaman masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025. Menurut dia, kondisi pascabencana memperlihatkan pentingnya akses pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat di wilayah pedalaman.
Aspirasi tersebut sejalan dengan argumentasi yang selama ini disampaikan kelompok pendukung ALA. Dalam dokumen pembahasan di DPR, KP3ALA sebelumnya menyebut pemekaran diharapkan dapat memperpendek rentang kendali pemerintahan, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan dan pengelolaan sumber daya di wilayah Leuser.
Namun, pembentukan ALA hingga kini tetap merupakan bagian dari proses penataan daerah dan belum menjadi provinsi baru yang telah ditetapkan. Pemerintah pusat sendiri tengah menyiapkan kerangka regulasi mengenai penataan daerah dan desain besar penataan daerah yang menjadi salah satu dasar bagi kebijakan pemekaran.
Karena itu, munculnya spanduk dukungan di Takengon menjadi salah satu gambaran bagaimana aspirasi tersebut terus disuarakan di tingkat masyarakat. Di sisi lain, proses pembentukan daerah baru tetap membutuhkan keputusan dan mekanisme sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bagi Zam Zam, slogan “ALA untuk Dataran Tinggi Gayo: Sejahtera, Maju dan Bersatu” bukan sekadar tulisan di pinggir jalan, tetapi menggambarkan harapan masyarakat pendukung pemekaran terhadap pelayanan publik, pembangunan dan masa depan wilayah tengah Aceh.
“Itu bukan sekadar slogan. Itu harapan 1 juta jiwa lebih di wilayah tengah Aceh,” pungkasnya.

Komentar