Kamis, 04 Juni 2026 | 09:59
NEWS

Pengoperasian GITET 500 kV Ampel New/Boyolali Perkuat Sistem Kelistrikan Jawa

Pengoperasian GITET 500 kV Ampel New/Boyolali Perkuat Sistem Kelistrikan Jawa
PLN pastikan pengoperasian GITET 500 kV Ampel New/Boyolali (Dok PLN)

ASKARA – Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto, melakukan kunjungan kerja ke Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilo Volt (kV) Ampel New/Boyolali. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan langsung pengoperasian gardu yang diharapkan memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa.

Wiluyo menjelaskan, GITET 500 kV Ampel New/Boyolali akan menjadi penopang utama sistem kelistrikan Jawa, menghubungkan bagian utara dan selatan pulau tersebut. GITET ini telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada 8 Oktober 2024, menandakan bahwa gardu siap beroperasi dengan aman.

"Operasional GITET ini akan memperkuat sistem kelistrikan di Jawa dan mengurangi risiko gangguan," ujar Wiluyo dalam keterangan, Jumat (11/10). Dia menambahkan, PLN juga terus menyelesaikan proyek-proyek kelistrikan lainnya di seluruh Indonesia untuk mendukung transisi energi.

Ratnasari Sjamsuddin, Executive Vice President Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, menyoroti pembangunan infrastruktur kelistrikan di Jawa yang sangat masif karena meningkatnya kebutuhan listrik di pulau ini. Dia menyatakan, dengan selesainya GITET Ampel, jalur utara dan selatan Pulau Jawa kini sudah terhubung, memungkinkan evakuasi daya dari pembangkit listrik di utara.

PLH General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Kunto, juga mengapresiasi penyelesaian proyek ini, meskipun masih ada pekerjaan yang tersisa di bagian Diameter 1 dan 2 yang ditargetkan selesai pada awal 2025.

Ainanto Nindyo, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (UPP JBT 4), menjelaskan bahwa GITET ini didukung oleh dua trafo IBT berkapasitas 500 Mega Volt Ampere (MVA) dan satu trafo berkapasitas 60 MVA di sistem 150 kV. Total kapasitas gardu ini mencapai 1.060 MVA, yang akan mengurangi pembebanan pada Subsistem Ungaran, Pedan, dan Tanjung Jati.

Selain itu, pembangunan GITET 500 kV Ampel New/Boyolali telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan menciptakan lebih dari 470 lapangan pekerjaan lokal.

Pada kesempatan yang sama, Wiluyo juga mengunjungi proyek pembangunan Disaster Recovery Center (DRC) di Ungaran, Semarang. DRC ini akan berfungsi sebagai pusat kendali untuk memastikan pemulihan sistem listrik yang cepat dan efisien setelah terjadi gangguan atau bencana, membantu meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat dan industri yang bergantung pada pasokan listrik.

Proyek-proyek ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional dan mendukung transisi energi yang berkelanjutan.

 

 

Komentar