Paus Fransiskus Mulai Perjalanan Kerasulan Internasional ke-45 Menuju Jakarta
ASKARA - Paus Fransiskus memulai perjalanan kerasulan internasional ke-45nya dengan senyum lebar saat menaiki pesawat yang akan membawanya dalam penerbangan menuju Jakarta, Indonesia, sebagai bagian pertama dari ziarahnya, Senin (2/9).
Perjalanan ini juga akan mencakup kunjungan ke Timor Timur, Papua Nugini, dan Singapura. Tema sentral dari perjalanan ini adalah iman, doa, kasih sayang, persaudaraan, kerukunan, dan harapan, yang tercermin dalam slogan dan logo perjalanan tersebut.
Perjalanan Paus Fransiskus akan menempuh jarak 32.814 kilometer dan melintasi empat zona waktu berbeda, dimulai dari keberangkatan dari Bandara Fiumicino, Roma, pada Senin sore dan akan berakhir pada Jumat, 13 September. Selama perjalanan ini, Paus Fransiskus akan menyampaikan 16 pidato dan homili dalam bahasa Italia dan Spanyol, yang membahas topik-topik seperti dialog antaragama, koeksistensi harmonis, rekonsiliasi sosial, serta perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan.
Selain itu, Paus juga akan menyoroti peran para penginjil baik dari masa lalu maupun masa kini, terutama di wilayah-wilayah di mana komunitas Kristen masih hidup dalam kondisi yang serupa dengan Gereja awal. Paus akan mendorong generasi muda untuk terlibat dalam proses politik dan sosial serta mengingatkan pentingnya menyambut pengungsi. Di tengah situasi global yang penuh dengan konflik, Paus akan mengulang seruannya untuk perdamaian di berbagai kesempatan selama perjalanan ini.
Kunjungan ke Jakarta akan mencakup dua momen simbolis penting. Paus Fransiskus akan mengunjungi Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara yang dirancang oleh seorang arsitek Kristen pada tahun 1950-an. Masjid ini juga terhubung dengan Gereja Katedral melalui "terowongan persaudaraan" yang dibangun sejak tahun 2021 dengan panjang 33.8 meter, dan menjadi simbol kuat kerukunan antaragama di Indonesia, sebuah negara yang berhasil menolak radikalisme dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Pancasila.

Komentar