Anyu Muncul sebagai Figur Kuat di Pilkades Cigombong
ASKARA – Dinamika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cigombong, Kabupaten Bogor, mulai menghangat. Salah satu nama yang mencuri perhatian masyarakat adalah Andri Nugraha, yang akrab disapa Anyu. Sosok muda yang dikenal aktif di bidang olahraga, usaha, dan seni budaya itu dinilai memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan masyarakat.
Anyu bukan nama baru bagi warga Cigombong. Ia berasal dari keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam pengabdian di pemerintahan desa. Sejumlah anggota keluarganya tercatat pernah memimpin Desa Cigombong maupun Desa Tugujaya.
Dalam silsilah keluarga, tercatat nama Raden Mas Arqam bin Ali Basyaiban, Raden Mas Marzuq bin Raden Mas Arqam, dan Raden Rahmat bin Surodihardjo yang pernah menjabat Kepala Desa Cigombong. Selain itu, terdapat nama H. Hudori bin H. Abdurahman sebagai Kepala Desa Cigombong, E. Masduki bin H. Abdurahman sebagai Kepala Desa Tugujaya pertama, serta Hajah Yeti Haryati binti E. Masduki yang juga pernah memimpin Desa Cigombong.
Namun, bagi Anyu, warisan keluarga tersebut bukan semata-mata soal jabatan, melainkan nilai pengabdian yang harus dijaga.
"Warisan terbesar dari keluarga adalah nilai pengabdian, tanggung jawab, kejujuran, dan kedekatan dengan masyarakat. Jabatan boleh berganti, tetapi nilai itu yang harus dijaga," ujar Anyu, Jumat (19/6/2026).
Meski memiliki latar belakang keluarga yang dekat dengan pemerintahan desa, Anyu menegaskan dirinya tidak ingin hanya mengandalkan nama besar. Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus diperoleh melalui kerja nyata, dedikasi, serta program yang jelas.
Selama hampir dua dekade, Anyu aktif sebagai pelatih dan pembina tenis meja. Melalui olahraga, ia menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja keras kepada generasi muda.
Selain itu, pengalamannya dalam mengelola usaha kuliner dan UMKM membuatnya memahami pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat, mulai dari perencanaan hingga pemasaran.
Tak hanya di bidang olahraga dan usaha, Anyu juga dikenal sebagai pegiat seni budaya. Ia aktif bermusik dan tergabung dalam sebuah grup band. Baginya, seni menjadi media untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya lokal, sekaligus mendorong kreativitas generasi muda.
Sejumlah warga dari berbagai wilayah di Cigombong, seperti Bata Alam, Lido, Kampung Siliwangi, Kongsi Tonggoh, Benteng Tonggoh, dan sejumlah kawasan lainnya, disebut mulai memberikan dukungan kepada Anyu. Mereka berharap hadir sosok pemimpin yang mampu menyatukan masyarakat dan membawa semangat baru bagi pembangunan desa.
Persaingan Pilkades Cigombong sendiri diperkirakan akan berlangsung ketat. Sejumlah nama disebut bakal meramaikan kontestasi, mulai dari petahana, mantan kepala desa yang kini berdomisili di luar Bogor, hingga tokoh pendidikan yang kembali maju.
Menanggapi hal itu, Anyu memilih bersikap santun dan menghormati seluruh kandidat.
"Semua calon pasti memiliki niat baik untuk membangun desa. Saya menghormati mereka semua. Biarlah masyarakat yang menilai rekam jejak, gagasan, dan komitmen masing-masing. Saya ingin hadir dengan kerja nyata, program yang jelas, serta pengabdian untuk seluruh warga Cigombong," tegasnya.
Apabila mendapat amanah masyarakat, Anyu berkomitmen melanjutkan program-program yang sudah berjalan baik sekaligus melakukan pembenahan pada sektor yang masih memerlukan perhatian. Pemberdayaan pemuda, penguatan UMKM, pembinaan olahraga, pelestarian seni budaya, peningkatan pelayanan publik, serta pemerataan pembangunan menjadi fokus utama yang ingin diwujudkannya.
Dengan pengalaman selama 20 tahun di dunia olahraga, kiprahnya dalam pengembangan UMKM, serta keterlibatannya dalam kegiatan seni budaya, Anyu kini menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa Pilkades Cigombong. Bagi sebagian warga, ia dinilai merepresentasikan perpaduan antara pengalaman, kedekatan dengan masyarakat, dan semangat pengabdian untuk mewujudkan Cigombong yang lebih maju, mandiri, dan harmonis.

Komentar