Senin, 17 Juni 2024 | 21:48
OPINI

Bukan Pelawak Koq Lucu

Bukan Pelawak Koq Lucu
Ilustrasi, seekor tikus merokok di dekat dinamit (Dok Pixabay)

ASKARA - Belakangan ini sejumlah peristiwa lucu merebak ditengah publik. Ada yang diselesaikan secara internal ada juga lewat proses hukum, ada pula proses penyelesaiannya tidak jelas. Berlalu seperti hembusan angin yang dapat dirasakan, tetapi pergi dan hilang begitu saja.

Peristiwa yang terjadi juga bukan hanya di lembaga atau instansi pemerintah. Tetapi perilaku lucu yang mengalahkan  group lawak itu juga terjadi di organisasi profesi populer di negeri ini seperti persatuan kawan- kawan peduli dana BUMN.

Sungguh perilaku pimpinan organisasi ini sangat piawai mengundang tawa. Mereka juga seperti aktor yang dingin hati dan fikiran beku terhadap kondisi dilingkungan sekitarnya. Mampu berpura pura seperti tak berdosa dan  berani berdiri tegak seraya menatap kemudian menuding pihak lain melakukan perbuatan tercela, tetapi meniadakan keburukan yang dilakukannya. 

Bukan hanya itu, predikat yang disandangnya pun digunakan  membentengi dirinya dari jeratan sanksi akibat perbuatannya. Putusan dari pihak yang diberikan kewenangan sesuai kesepakatan dan tertuang dalam konstitusi organisasi ditepis dan dianggap sebagai upaya untuk mendongkrak kursi yang didudukinya. Tidak pernah sadar bahwa dirinya sudah tak layak untuk berada di tempat terhormat itu.

Perbuatan tercela tak lagi kendala baginya. Justru semakin doyan menuding pihak lain melakukan fitnah, tendensius dengan alasan sesuai isi otaknya. Selalu memposisikan  dirinya seperti korban, padahal perilakunya mengorbankan orang lain sekeligus memicu kegaduhan. 

Ditengah derasnya kecurigaan dan tudingan terkait peristiwa perpidahan uang dari kas organisasi tanpa melalui prosedur.
Tanpa malu, mengembalikan sesuatu yang dicurinya setelah perbuatannya tercium. Sekaligus menyusun berbagai alasan dan bertahan tidak menaati aturan yang disepakati. Tak lagi peduli, meskipun perilakunya membuat organisasi tercemar. Lucunya mereka seperti  mahluk yang doyan hidup di lingkungan yang penuh kebohongan serta minus rasa malu.

Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak bahkan bisa dihitung dengan jari, sosok-sosok seperti itu layak disebut sebagai kelompok buruk rupa membelah cermin.

Lucunya lagi, anggota organisasi terkagum dan diam menonton aksi panggung lucu-lucu itu. Mungkin karena masih terkesima mendengar orasi sang actor yang memiliki pengalaman 36 tahun berorganisasi. Semoga para anggota cepat siuman, supaya segera menghantarkan pimpinannya ke tempat perawatan.

 

Salam

Edison Siahaan

Komentar