Prof. Rokhmin Dahuri: Keberkahan Negeri Tergantung Keimanan Rakyatnya
ASKARA – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menyampaikan, pemimpin yang berhasil menurut Islam bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk masyarakat.
"Untuk berhasil di dunia dan di akhirat adalah pemimpin harus punya karakter minimal 4 Nabi itu, yaitu Siddiq, Amanah, Fatonah dan Tabligh," ujar Prof. Rokhmin, dalam program Sahur Bersama Tokoh, dikutip dari Rasil TV, Jumat (15/3). .
Lanjutnya, pemimpin sebagai uswatun hasanah, muslim yang menjadi presiden, menteri, gubernur, anggota DPR bahkan kepala desa harusnya berusaha minimal punya 4 karakter itu.
Pertama Siddiq. Sayangnya, sekarang kejujuran dikoyak-koyak dengan kebohongan, keculasan, kecurangan, tidak ada malu. Kemudian kedua, Amanah. Ketiga, Fatonah. Punya visi yang cerdas memprediksi mau dibawa kemana masa depan bangsa.
“Definisi Fatonah sangat kontekstual sepanjang zaman. Seorang pemimpin selain cerdas juga punya visi," katanya.
Lalu, keempat, Tabligh. Seorang pemimpin punya kemampuan untuk berbagi kelebihan, berbagi keberuntungan dan kemampuan untuk menyampaikan kepada rakyat dan publik supaya bisa mempengaruhi dan memobilisir rakyat untuk berbuat kebajikan. Misalnya, kerja keras, mencintai ilmu, kemudian akhlak untuk berbagi, jangan kikir.
“Seorang pemimpin harus sabar dan beryukur. Karena intinya cobaan di dunia dari Allah itu ada dua. Cobaan seolah-olah dunia ini menyenangkan, jabatan, harta dan tahta. Kalau Muslim yang imtaq nya kuat ketika mendapat berkah dunia tidak menjadi binal dan gila, tetapi berkah dari Allah itu akan di gelontorkan untuk kebajikan bersama," terangnya.
Untuk itu, Prof.Rokhmin Dahuri menegaskan, jadilah pemimpin yang adil. Bila hartawan jangan seperti si Qarun, tapi jadilah hartawan sekaligus seperti Sayyidina Abu Bakar Assiddiq, Sayyidina Ustman bin Affan, dan sahabat Rasulullah yang sangat terkenal Abdurrahman bin Auf.
“Jadi orang kaya bukan untuk kemaksiatan diri dan kebinalan diri. Tapi dibagi untuk menciptakan aktifitas ekonomi, rumah sakit, perguruan tinggi, membangun masjid, jalan dst. Dan bersabar ketika kita mendapat cobaan, musibah baik. Kalau pemimpin memiliki sifat bersyukur dan sabar akan menjadi bintang gemilang, menjadi penyebar kebajikan," tuturnya.
Terakhir, qonaah yakni suatu sikap kalau kita sudah berikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin. Ingin A tetapi dapat yang B, kita harus syukuri. Jadi tidak ada stress. Makanya seorang pribadi muslim yang kaffah Insya Allah hidupnya sehat wal afiat, produktif, optimistik, senyum, berbagi kelebihan.
Maka, kalau saintis berbagi ilmu, kalau kita hartawan berbagi harta , kalau kita pejabat berbagai keadilan dan kesejahteraan. Kalau kita tidak punya kompatibel itu, berdoa dan berbuat baik saja.
"Saya pikir dengan 6 karakter tadi, Siddiq, Amanah, Fatonah, Tabligh, kemudian Syukur dan Sabar, dan terakhir qonaah harum sekali. Sayangnya pemimpin muslim sekarang yang terlalu hubbud dunya (cinta terhadap dunia), takut kasus hukumnya terbongkar, jadi tersandera oleh rezim sekarang," sebut Prof. Rokhmin Dahuri .
Jadi, hukum bukan untuk menegakkan keadilan, tapi untuk pribadi supaya ketua partai mau tunduk oleh kekuasaan. "Itu fakta tidak bisa dibantah. Orang-orang hubbud dunya mengorbankan kepentingan akhirat dan kebajikan bersama hanya untuk kepentingan dunia," ujarnya.
Sebagai muslim, Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan, Insya Allah ingin hidup selamat, sukses, bahagia tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Saya selalu ingat hadits Nabi, Khoirunnas Anfa'uhum Linnas, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain." (HR Ath-Thabari). Kemudian di Surat Al Hujurat Ayat 13, "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Kedua, orang yang paling banyak manfaatnya kepada sesama insan dan bahkan alam semesta.
Pengalaman dua kali menjadi menteri zaman presiden Abdurrahman wahid dan Megawati Soekarnoputri meyakinkan dirinya bahwa kebajikan dan kesolehan tanpa power lumpuh.
"Buktinya kita melihat kezoliman, genosida dari Israel terhadap saudara-saudara kita muslim di Palestina kita hanya bisa berdoa, mengirim demonstrasi. Andaikan Presiden Republik Indonesia dan anggota DPR di Senayan diisi oleh orang-orang muslim yang soleh juga sahabat non muslim moralitasnya bagus tidak ada masalah seperti itu," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Priode 2001-2004 itu.
Prof. Rokhmin Dahuri mengungkapkan, kalau kehidupannya secara pribadi dan keluarga yang sedang-sedang saja Insya Allah sudah cukup. Dirinya melihat bahwa Indonesia punya segalanya, kekayaan alamnya membludak, 40 persen nikel ada di Indonesia. Bahkan, hampir semua bahan teknologi untuk masa kini, adanya di Indonesia. Lautnya juga kaya raya, tapi kenapa kita masih sebagai negara berpendapatan menengah bawah (lower-middle income country)?
"Menurut saya karena miss management. Karena leadernya kebanyakan kepentingan pribadi, buat keluarganya dan hampir semua pejabat ikut bisnis. Padahal Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati harusnya menjadi wasit dan regulator yang adil. Tidak menjadikan keluarga dan gank nya sendiri ikut bisnis," terang wakil ketua Dewan Pakar Majelis Nasional (MN) KAHMI itu.
Hal itu, menurut Prof. Rokhmin Dahuri, sebenarnya titik lemah dan biang kerok kenapa Negara yang kaya raya ini. "Saya 6 bulan di Cirebon dan Indramayu nampak sekali pengangguran dan pengangguran," ungkapnya.
Mengutip Kompas, 9 Desember 2022, Prof. Rokhmin Dahuri menguraikan, mengenai betapa buruk gizi masyarakat Indonesia. Menurut WHO dan PBB untuk orang Indonesia sehat dan cerdas perlu uang 22.300 Rupiah/hari untuk membeli makanan. Itu ada 187 juta orang Indonesia tidak mampu, atau sekitar 67 persen. "Hal itu menjelaskan IQ kita hanya 78 rata-rata. Padahal rata-rata dunia 90," jelasnya.
Selain itu, terang Prof. Rokhmin Dahuri, literasi kita terburuk ke 2 di dunia hanya menang dari boswana. Menurutnya,itu ada korelasinya antara asupan gizi 187 juta orang.
"Sakit Negara ini, zalim pemimpin yang kaya raya. Itulah motivasi saya untuk masuk parlemen, dan mudah-mudahan rekan-rekan yang terpilih di 2024 -2029 apapun partainya benar-benar insan yang compatible dan kompetensi. Kedua, juga punya akhlak yang mulia," katanya.
Dia berharap, anggota DPR 2024-2029 yang punya kompetensi, cerdas, capitibilitas dan akhlak yang mulia Insya Allah akan kontribusi besar bagi terwujudnya Indonesia yang baldatun toyyibatun wal ghopur.
Bila menjadi anggota parlemen, Prof. Rokhmin Dahuri akan melakukan perbaikan dalam tiga hal. Pertama manajemen qalbu diri beserta keluarga dan hidup harus sederhana. Kedua, masyarakat yang transaksional tangan dibawah. Bahkan mentalitas pejabat sekarang kalau ke daerah-daerah bagi-bagi kaos, sepeda, nasi bungkus.
"Saya mencoba dengan yang terbaik, merasakan langsung seolah-olah pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memberi tadi, memberi nasi bungkus, sepeda, kaos dengan cara dilempar. Astaghfirullah, menghina rakyat kita seolah pamer kemiskinan dipertontonkan. Tidak seperti itu, dalam Islam harusnya kita yang datang ke rumah, diidentifikasi mana yang benar-benar tidak punya kemampuan dalam berekonomi, jadi dimuliakan," tandasnya.
Kedua, mentalitas tangan dibawah tidak ada yang di atas. Padahal hadits Nabi, Allah lebih mencintai tangan di atas daripada tangan dibawah. Kemudian Allah tidak merubah nasib manusia, kecuali manusia yang merubah. "Itu yang hilang, gara-gara pemimpin yang ingin berkuasa selamanya dengan memanipulasi dan mengkapitalisasi pengangguran, dan gizi buruk yang diderita oleh rakyat kita.
"Mudah-mudahan teman-teman yang terpilih menjadi anggota DPR dari partai manapun , siapapun presidennya nanti memilih menterinya benar-benar yang punya kemampuan , punya akhlak sehingga kita secara kolektif akan mendidik kembali rakyat kita bahwa yang dimaksud kebajikan adalah tidak memberikan ikan, tetapi harus memberikan kailnya," imbuhnya.
Ketiga, sistemnya harus diperbaiki. Kalau memang pejabat itu dituntut menyumbang dikelompokkan di Kementerian Sosial. Jadi kalau ada masjid , gereja, sekolah jangan dimintakan ke pejabat dan DPR. Sehingga kalau sistem begini , kalau ada kasus lagi dilakukan pengadilan terbuka dan jujur.
Kalau memang uang itu untuk membantu masyarakat, kalau sistem tidak dirubah harusnya dihitung bahwa tidak masuk ke kantong sendiri.
Bukan Kacang Lupa Kulitnya
Prof. Rokhmin Dahuri MS berikhtiar jika nanti menjadi Anggota DPR RI menjadikan Kab. Cirebon dan Indramayu semakin sejahtera dengan berpihak kepada kebijakan kebijakan yang adil dan mensejahterakan masyarakat merupakan niat
“Saya bukan tipe orang yang kacang lupa kulitnya. Karena saya ingin masuk surga dan ada hadits nabi tentang hutang,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri yang juga Caleg No Urut 1 Dapil Cirebon-Indramayu dari PDI Perjuangan.
Ketua Umum Dulur Cirebonan ini mengaku sangat ingin menjalankan Islam secara kaffah, bahwa kehidupan yang abadi di Akhirat.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan antara dunia dgn akhirat ibarat seorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang menempel padanya. Lalu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuknya”. (HR. Ahmad).
Bahkan Rasulullah SAW memberikan gambaran cukup jelas. Apabila seluruh rahmat yang Allah berikan di dunia ini kepada makhluk dikumpulkan, mulai dari Nabi Adam hingga kiamat datang maka itu baru satu persen dari keseluruhan rahmat yang Allah miliki.
Menurutnya, itulah yang akan mengendalikan kita dari sifat angkuh, sombong, arogan, melihat kehidupan kalau dia tidak kaya tidak menghormati.
"Itu kehidupan yang membuat saya bahagia, dan berdoa kepada Allah semoga akhlak yang islami ini seperti akhlak Rasulullah. Kita harus benar-benar seikhlas mungkin dalam berinfak, bersadakah. Cerminannya bagi seorang konglomerat kehidupan keluarganya sederhana. Teladan utama seperti Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Utsman, Abdurahman bin Auf," terangnya.
Lalu, lanjutnya, dikombinasikan dengan upaya kita bagaimana mendekatkan diri kepada Allah, bagaimana meyakinkan bahwa akhirat itu ada. Kalau orang itu benar-benar imannya kokoh, akhiratnya itu ada. Insya Allah akhlaknya menjadi mulia.
"Sehingga ketika menjadi pejabat menciptakan untuk kedamaian rakyatnya dan bahkan dunia. Kalau dia seorang hartawan berbagi dst.
Kalau orang itu Islam, Iman dan takwanya kuat, menurutnya, Insya Allah tidak mungkin binal, tidak mungkin jahat, tidak koruptor sejati, tidak mungkin pembohong, pengkhianat karena dia yakin betul bahwa setiap perbuatan bahkan niatan akan dievaluasi dan dihisab yang membuat dia ke Surga atau ke Neraka," ujar Dosen Kehormatan Mokpo National University Korea Selatan itu.

Komentar