Rabu, 17 Juni 2026 | 18:45
OPINI

Perizinan para Pengguna Moge untuk Masuk Tol

Perizinan para Pengguna Moge untuk Masuk Tol
Motor gede di jalan raya (Dok Pixabay)
Oleh: Fauzul Adhim 
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
 
ADKARA - Irianto Ibrahim, Presiden Motor Besar Club Indonesia (MBCI), meminta agar motor gede (moge) diizinkan masuk tol untuk menghindari polemik di jalan non-tol dan meningkatkan devisa negara melalui pariwisata. MBCI sendiri adalah sautu perkumpulan orang-orang pecinta motor besar di Indonesia. 
 
"Kita ini sudah bayar pajak belasan juta ke pemerintah setahun, masa kita (nggak) kasih prioritas, giliran sepeda (bangun jalur) aja, sampai mengeluarkan anggaran puluhan miliar aja (pemerintah) mau kok," kata Irianto Ibrahim selaku presiden MBCI.
 
Namun, Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan berpendapat bahwa besaran pajak tidak berpengaruh terhadap kelayakan moge masuk tol, karena peraturan saat ini hanya membolehkan kendaraan roda empat atau lebih di jalan tol, kecuali beberapa jalur khusus di Bali dan Suramadu. Edison menilai bahwa pajak tinggi tidak dapat dijadikan alasan untuk meminta akses jalan tol bagi moge.
 
Dalam era mobilitas yang sudah semakin kompleks, semakin banyak berbagai jenis kendaraan bermunculan seperti moge yang merupakan singkatan dari motor gede, merujuk pada sepeda motor besar atau sepeda motor berkekuatan tnggi. Secara umum, biasanya istilah ini merujuk pada kendaraan speda motor dengan kapasitas mesin cukup besar mulai dari 400cc lebih besar bias lebih dari 1000cc. Jika sepeda motor memiliki kapasitas mesin seperti itu, sudah bisa disebut sebagai moge.
 
Sepeda motor besar atau bisa dikatakan moge memiliki beberapa ciri khas seperti yang sudah disebutkan tadi, yaitu memiliki kapasitas mesin besar, melebihi kapasitas mesin sepeda motor kenvensional. Kemudian selain itu moge juga memeiliki desain menarik tidak seperti sepeda motor konvensional pada umumnya. Tak hanya itu saja, dengan kapasitas mesin yang cukup besar, moge mengeluarkan tenaga cukup buas. Secara umum kita bisa menilai dari suara yang dikeluarkan oleh moge tersebut sangat bising. Tak seperti motor konvensional, dalam mengendarai sepeda motor besar atau moge harus memiliki keterampilan khusus, tidak asal-asalan. Karena bisa berakibat fatal jika kita tidak terampil dalam mengendarai motor besar tersebut.
 
Pembahasan mengenai pengguna jalan tol oleh sepeda motor besar atau moge telah menjadi topik perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Secara umum, memperbolehkan pengendaran menggunakan sepeda motor besar untuk masuk tol ternyata dapat membawa sejumlah dampak signifikan, tentunya bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia. 
 
Berikut beberapa alasan atau dampak posifit mengapa kebijakan para pengendara yang menggunakan motor besar diperbolehkan untuk masuk tol di Indonesia.
 
• Keamanan dan Keteraturan Lalu Lintas: Izin masuknya moge ke jalan tol dapat meningkatkan keamanan dan keteraturan lalu lintas di Indonesia. Dengan memisahkan para pengguna moge dari jalan non-tol, dapat mengurangi risiko kecelakaan atau ketegangan dengan para pengguna jalan lain. Contoh: Negara-negara seperti Amerika Serikat dan beberapa negara lain di Eropa telah mengizinkan sepeda motor masuk ke jalan tol dengan aturan tertentu, dan hal ini telah terbukti dapat meningkatkan keamanan lalu lintas berkendara di jalan non-tol.
 
• Kenyamanan para pengendara: dengan diberikannya izin untuk para pengendara motor besar masuk tol, tidak hanya miningkatkan keamanan saja, tentu saja dalam hal kenyamananpun sangat berpengaruh. Karena, suara yang ditimbulkan dari motor besar sangatlah bising, jadi mengganggu pendengaran para pengendara lain. Jika pengendara motor besar dipisahkan dari para pengguna jalan non-tol, dampaknya bisa mengurangin kebisingan yang di sebabkan olah motor besar. 
 
Kemudian tak hanyan suara saja, sesuai dengan Namanya yaitu motor besar, dengan ukuran body yang cukup tergolong lebih besar dari motor konvensional biasnaya, tentu saja ketika sedang berada di jalan, pasti lebih memakan ruang yang lebih banyak dari sepeda motor konvensional pada umumnya.  
 
• Sebagai pengembangan Pariwisata: Mengizinkan moge masuk tol dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata. Wisatawan yang memiliki hobi touring atau ketertarikan dalam mengendarai moge, tentu saja dapat lebih mudah menjelajahi destinasi wisata di seluruh Indonesia dengan moge. Kemudian dapat meningkatkan kunjungan wisata dan kontribusi devisa negara. Contoh: Thailand mengizinkan sepeda motor besar masuk tol, yang telah membantu meningkatkan daya tarik wisatawan yang tertarik dengan touring menggunakan moge di negara tersebut.
 
Tentu saja tak hanya dampak positif, berikut beberapa solusi atau saran yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan para pengguna motor besar agar dapat diberikannya izin untuk bisa mengakses jalan tol.
 
• Penetapan Jalur Khusus: Menerapkan jalur khusus bagi sepeda motor besar di jalan tol dapat menjadi solusi. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun jalur terpisah seperti menggunakan pembatas jalan seperti di Bali, hanya saja ruang yang disediakan sedikit lebih diperbesar. 
 
Kemudian memberikan batasan waktu tertentu di mana para pengguna moge diizinkan masuk seperti dari jam 07:00 AM sampai 17:00 PM. Contoh: Malaysia memiliki jalur khusus untuk sepeda motor di beberapa bagian jalan tol mereka, yang dapat dijadikan referensi. 
 
• Regulasi yang Ketat: Menetapkan regulasi yang ketat terkait persyaratan para pengguna moge yang diizinkan masuk tol, seperti kelengkapan surat-surat, batasan kecepatan, peralatan yang dikenakan dalam mengendarai moge harus lengkap dan safety. Selanjutnya harus mematuhi terhadap aturan lalu lintas, dapat menjadi solusi untuk menjaga keteraturan dan keamanan. Contoh: Jepang memiliki regulasi yang ketat terkait persyaratan dan aturan untuk sepeda motor besar yang diizinkan masuk tol.
 
Dengan menyesuaikan keinginan para pengendara moge dan mempertimbangkan faktor keamanan serta regulasi yang baik, dapat diciptakan solusi yang mendukung pengembangan dibidang pariwisata dan kesejahteraan masyarakat para pengguna moge.

Komentar