Kamis, 23 Juli 2026 | 12:50
OPINI

Misteri Patung Joko Doloq Di Surabaya

Misteri Patung Joko Doloq Di Surabaya
KRH Aryo Gus Ripno Waluyo

Oleh: KRH Aryo Gus Ripno Waluyo, SE, SP.d, S.H, C.NSP, C.CL, C.MP, C.MTh *)

ASKARA - Arca Joko Dolog merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Jalan Taman Apsari, Surabaya. Arca ini melambangkan perwujudan Raja Singhasari terakhir, Kertanagara. Adapun bentuk dan gestur yang menjadi karakteristik arca tersebut merujuk kepada ciri-ciri Buddha Aksobhya.

Arca Joko Dolog ditemukan di Desa Kandang Gajah, Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada tahun 1812 oleh Belanda. Patung Arca Joko Dolog ini bukan asli berasal dari Kota Surabaya, namun dipindahkan dari Desa Kandang Gajah, Trowulan pada tahun 1817 dengan tujuan akan dibawa ke Negeri Belanda menggunakan kapal.

Patung arca ini secara khusus diperuntukkan sebagai penghormatan terhadap Putra Kertanegara yang bernama Wisnu Wardhana sebagai raja Singosari pada waktu itu. Selain arca Joko Dolog terdapat arca-arca lain seperti arca Ganesha. Arca Joko Dolog merupakan peninggalan dari Kerajaan Singosari, dan merupakan perwujudan dari raja terakhir Kerajaan Singosari, yakni Raja Kertanegara.

Beberapa umat Budha masih memanfaatkan arca Joko Dolog ini sebagai tempat beribadah. Terlihat penganut Budha Tantrayana masih bersembahyang di depan arca Budha berjuluk Joko Dolog . Arca ini menurut legendanya dibuat tahun 1289 masehi sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Kartanegara yang memerintah kerajaan Singasari.

Arca tipe polinesia adalah patung-patung manusia atau binatang yang terbuat dari batu, kayu dan tanah liat bentuknya sangat sedertuna. Patung batu dengan bentuk binatang atau manusia, digunakan dalam upacara keagamaan pada era Megalitikum. Banyak ditemukan di berbagai wilayah seperti Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.

Arca adalah patung yang dibuat dengan tujuan utama sebagai media keagamaan, yaitu sarana dalam memuja tuhan atau dewa-dewinya. Arca berbeda dengan patung pada umumnya, yang merupakan hasil seni yang dimaksudkan sebagai sebuah keindahan. Oleh karena itu, membuat sebuah arca tidaklah sesederhana membuat sebuah patung.

Masa pemerintahan Kertanagara dikenal sebagai masa kejayaan Singhasari. Ia sendiri dipandang sebagai penguasa Jawa pertama yang berambisi menyatukan wilayah Nusantara. Menantunya, Raden Wijaya, selanjutnya mendirikan kerajaan Majapahit sekitar tahun 1293 sebagai penerus Wangsa Rajasa dari Singhasari.

Raja Sri Kertanegara memiliki gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara, Kertanegara adalah raja yang membawa Kerajaan Singasari menuju masa kejayaannya karena sukses memperluas wilayah kekuasaannya ke beberapa wilayah di Nusantara, seperti Bakulapura, Sunda, Madura, Bali, dan Gurun.

Kertanegara disebut sebagai raja terbesar karena di bawah pemerintahannya, Kerajaan Singasari berhasil mencapai puncak kejayaan. Namun, di balik prestasi tersebut, Kertanegara mendapat halangan serta rintangan ketika memimpin Kerajaan Singasari.

Raja Kertanegara adalah putra dari Raja Wisnuwardhana dan Jayawardhani atau Waning Hyun. Ibunya termasuk cucu dari Ken Dedes dan Ken Arok sebagai pendiri Kerajaan Singasari. Sebagai keturunan raja, maka ia diangkat menjadi raja kelima dari Kerajaan Singasari.

Menurut sejarah, Arca Joko Dolog merupakan perwujudan Raja Kertanegara atau Raja Singosari yang terakhir. Kertanegara adalah cucu dari Tunggul Ametung dan Ken Dedes. Cucu Ken Dedes itu bernama Ranggawuni yang memperoleh gelar Raja Wisnu Wardhana. Wisnu mempunyai anak bernama Kertanegara.

Kertanegara adalah seorang Raja Gelang-Gelang Madiun yang masih berada di bawah Kerajaan Singosari. Ia menjadi raja sejak 1254 sampai 1269.

Patung Joko Dolog menjadi saksi bisu sejarah tentang salah satu kerajaan besar di Nusantara, yakni Singosari. arca Joko Dolog ini menyerupai sosok manusia yang sedang bersila. Sekilas memang terlihat seperti patung Buddha namun ternyata bukan.

Banyak yang bertanya siapa sebenarnya sosok Joko Dolog, apakah memang benar ada perwujudan sosoknya di masa lalu? Merupakan peninggalan dari Kerajaan Singosari, Arca Joko Dolog memiliki panjang 166 m, lebar 138 cm, dan tebalnya 105 cm.

Arca Joko Dolog digambarkan dengan kepala gundul dan dibuat dengn posisi duduk bersihak Bhumisparsa mudra, yang melambangkan memanggil bumi serta saksi, dimana tangan kiri berada di atas pangkuan, sedangkan tangan kanan menelungkup di atas lutut.

Nama Dolog diberikan karena pada saat ditemukan, patung tersebut ada di bawah tumpukan gelondongan kayu dolog atau jati yang tertimbun tanah.  "Njogo Dolog", begitu sebutan masyarakat setempat yang arting menjaga dolog atau jati. Lama kelamaan, warga menyebutnya sebagai Joko Dolog.

Yang masih menjadi misteri adalah, pada 1817, Belanda membawa Arca Joko Dolog ke Kota Surabaya dan menempatkannya di Museum Von Faber, sebelah Grahadi. Bahkan Belanda berniat untuk membawanya ke negerinya, namun selalu gagal dan membuat kapal karam sebanyak 3 kali.

Akhirnya hingga saat ini patung Joko Dolog masih tetap di Surabaya dan sekarang menjadi situs budaya Taman Apsari. ( GRW ).

*) Budayawan, Penulis, Spirituali, Advokat, Ketua DPD Jatim PERADI Perjuangan 

Komentar