Caleg Nomor 5 Bicara Tentang 5 Perintah Gereja Katolik
ASKARA - Perintah gereja Katolik merujuk pada ajaran, tata cara, dan norma-norma yang telah diatur. Ini mencakup ajaran doktrin, ritus ibadah, moralitas, dan hukum kanonik yang menjadi landasan bagi umat Katolik dalam menjalani kehidupan iman mereka. Perintah gereja Katolik juga melibatkan hierarki gereja, dengan paus sebagai pemimpin tertinggi dan uskup serta imam sebagai pemimpin lokal yang membimbing umat.
"Perintah Gereja Katolik biasanya merujuk pada tugas-tugas atau tanggung jawab pokok yang diamanahkan kepada umat Katolik," kata Ir. FA. Manara Lodewijk Hutapea, salah satu pengurus Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Jumat (5/1).
Dikatakannya, terdapat lima pokok ajaran gereja yang harus dilaksanakan, yakni, Menjalani Sakramen Pembaptisan, menjalani Sakramen Ekaristi atau Kudus, mematuhi perintah-perintah moral Gereja, mengikuti kewajiban-kewajiban liturgi seperti beribadah secara teratur, mencintai dan melayani sesama.
"Menjalankan lima pokok ajaran gereja dalam konteks Katolik dianggap penting karena, ajaran-ajaran ini dianggap sebagai petunjuk moral dan rohaniah yang berasal dari otoritas Gereja Katolik. Menjalankannya dianggap sebagai wujud ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran Gereja," kata Manara yang juga Caleg DPR-RI nomor urut 5 dari Partai Demokrat untuk Dapil DKI Jakarta III, meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepualauan Seribu.
Menurutnya, dengan melaksanakan sakramen-sakramen dan mengikuti ajaran moral Gereja dianggap sebagai sarana untuk pertumbuhan rohani dan mendekatkan diri pada Tuhan.
"Sakramen Ekaristi, misalnya, diyakini sebagai cara untuk mengalami kehadiran nyata Tuhan dalam hidup sehari-hari umat Katolik," katanya.
Ditambahkannya, kewajiban untuk beribadah secara teratur dan melayani sesama dapat membantu membangun komunitas iman yang kuat dan solid.
"Mencintai dan melayani sesama adalah perintah moral gereja membimbing umat Katolik dalam menjalani hidup dengan prinsip-prinsip moral dan etika Kristiani," kata Manara.
Dijelaskannya, ini merupakan pandangan dari perspektif Gereja Katolik, dan keyakinan individu dapat bervariasi. Bagi umat Katolik, menjalankan kelima pokok ajaran ini dianggap sebagai jalan untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan abadi.

Komentar