Kamis, 18 Juni 2026 | 03:48
NEWS

Akibat Penembakan Warga, Sejumlah Kios Dibakar Massa di Dogiyai

Akibat Penembakan Warga, Sejumlah Kios Dibakar Massa di Dogiyai
Sejumlah kios dibakar di Dogiyai, Papua Tengah. (Foto: Humas Polda Papua)

ASKARA - Penembakan warga dan pembakaran kios terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah sekitar pukul 13.00 WIT, Sabtu (21/1/2023). Kepolisian Resor Dogiyai menyatakan, peristiwa diawali oleh pemalakan terhadap sebuah truk yang dilakukan sekelompok pemuda di sekitaran Kampung Gopouya, mereka diduga tengah dipengaruhi miras.

Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D Tatiratu menjelaskan bahwa pada saat pemalakan tersebut, diketahui terjadi penembakan terhadap seorang pemuda yang bernama Yulianus Tebai (30) hingga meninggal dunia.

“Mendengar peristiwa pemalakan tersebut, anggota kemudian bergegas menuju TKP. Namun sesampai di sana, anggota sudah melihat korban tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan,” ucap Kalolres pada hari yang sama.

Ia melanjutkan, anggota kepolisian kemudian melakukan negosiasi bersama keluarga yang juga telah berada di TKP untuk membawa korban ke Puskesmas Bomomani untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

“Anggota yang tengah melakukan evakuasi korban menuju Puskesmas Bomomani kemudian dicegat dan diserang menggunakan batu, kayu dan alat tajam oleh sekelompok pemuda sehingga anggota mengambil keputusan untuk mengamankan diri di Polsek Mapia mengingat keamanan anggota yang minim,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, kelompok pemuda yang hendak menyerang anggota tersebut kemungkinan tidak terima adanya korban penembakan tersebut. Mereka membuat kericuhan lain yang menimbulkan pembakaran di beberapa kios. Polisi saat ini tengah mendalami kasus pemalakan tersebut.

“Saat ini kami tengah berupaya melakukan penyelidikan para pelaku pemalakan, penembakan serta pembakaran tersebut untuk kami berikan tindakan tegas sesuai hukum. Kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut, yakni pembakaran kios/toko warga pendatang dan kaca dua kendaraan jenis truck hancur (pecah akibat lemparan batu oleh massa),” jelasnya. (eff)

Komentar