Minggu, 07 Juni 2026 | 05:20
NEWS

Erma Optimistis Penguatan UMKM Bisa Selamatkan Ekonomi dari Resesi

Erma Optimistis Penguatan UMKM Bisa Selamatkan Ekonomi dari Resesi
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Siti Mukaromah

ASKARA — Penguatan dan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa menyelamatkan perekonomian Indonesia dari kekhawatiran terhadap terpaan resesi ekonomi tahun 2023.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Siti Mukaromah kepada para wartawan, Kamis (1/12).

“Berdasarkan asumsi APBN 2023, Indonesia menargetkan pertumbuhan sebesar 5,3%. Insya Allah akan dapat terhindar dari resesi, Pemberdayaan Ekonomi Domestik menjadi salah satu langkah yang harus ditempuh, yakni penguatan produk lokal, Penguatan dan pemberdayaan UMKM, hingga hilirisasi industri berbasis SDA untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor,” kata politisi yang akrab disapa Erma itu.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini mengungkapkan, prediksi resesi ekonomi pada tahun 2023 telah memicu perbincangan panas di media massa dan mainstream di dunia.

"Faktor-faktor yang memungkinkan resesi itu terjadi berasal dari ketidakpastian ekonomi global diantaranya dampak Perang Rusia-Ukraina, inflasi barang dan jasa, tingginya suku bunga, serta depresiasi mata uang di beberapa negara berkembang," jelas Erma.

“Situasi demikian menimbulkan kekhawatiran pemerintah di berbagai negara belahan dunia dan memandang perekonomian global memberikan dampak negatif terhadap ekonomi domestik di negara mereka,” sambung politisi PKB ini.

Dirinya juga mengingatkan, Indonesia, dalam kurun waktu semenjak kelahiran bangsa, mengalami fluktuasi perekonomian.

"Tumbuh positif, turun, tahun 1995 pernah mencapai posisi puncak pertumbuhan 8,2%. Kemudian tahun 1998 mengalami krisis, kemudian naik lagi. Tahun 2000 karena Pandemi Covid-19 terjadi resesi dengan pertumbuhan -2,1 persen," ungkap Erma.

“Alhamdulillah tahun ini naik kembali dan cenderung stabil dan bagus. Alhamdulillah kita belum pernah mengalami Depresi, semoga tidak akan pernah terjadi di negara kita,” pungkas Erma.

Komentar