OPINI
Menyoal Tokoh Panutan
Oleh: Sigit Jati Waluyo, Content creator
Kita mungkin pernah mendengar informasi seperti : Tokoh agama di suatu daerah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah murid binaannya; Seorang pejabat melakukan korupsi dengan nilai sangat fantastis; Kasus pedofilia di sekolah internasional; Artis X ditangkap karena menjual diri; dan lain sebagainya.
Banyak orang marah dan sedih membaca berita semacam itu, mengapa ? Karena perbuatan tercela atau hina itu dilakukan orang-orang yang semestinya jadi panutan atau teladan. Karena, merekalah yang berada di garis depan yang bertugas menjaga nilai-nilai kehidupan.
Apabila tokoh-tokoh panutan itu melakukan perbuatan tercela, dampak terburuknya tidak hanya mengena seseseorang atau beberapa orang, tidak hanya mengena secara fisik, melainkan juga aspek kepribadian dan mental. Lebih dari itu, nilai-nilai atau tatanan masyarakat terancam hancur. Pendek kata, jika mereka tidak bisa memberikan teladan, contoh yang baik, merela tidak layak dan tidak pantas menyandang predikat sebagai tokoh panutan masyarakat.
Pada sisi lain, agar tumbuh menjadi pribadi yang matang dan dewasa, kita dan terlebih anak-anak kita yang masih dalam masa pertumbuhan sangat membutuhkan sosok-sosok pembimbing.
Laksana sedang berlayar mengarungi kehidupan, manusia membutuhkan pembimbing agar tidak tenggelam dalam gelora samudera kehidupan, terlebih apabila orangtua tidak dapat memberikan bantuan yang diperlukan.
Pembimbing hidup kita dimulai dari lingkaran terdekat, yaitu orang tua dan orang-orang yang tinggal serumah. Kemudian lingkaran yang lebih jauh, yaitu orang-orang lain yang sangat penting (significant others) utamanya dari kalangan pemegang profesi berpengaruh, yang menjadi panutan di masyarakat.
Entah karena banyak pengikut, bayak murid, banyak karyawan, banyak penggemar, atau pengaruh kekuatan karena kewenangan menentukan keputusan penting.
Significant Others
Menggarisbawahi orang-orang lain yang sangat penting (significant others) atau orang-orang yang berpengaruh dapat dijelaskan, bahwa mereka adalah pertama-tama adalah orang tua, kerabat dan orang-orang yang serumah dengan kita.
Dalam perkembangannya, significant others meliputi semua orang yang mempengaruhi perilaku, pikiran, dan perasaan kita seperti ulama (rohaniwan), guru, wartawan, artis/ seniman, pengusaha, politisi, para tokoh idola, dan sebagainya. Bahkan, tokoh panutan termasuk pula dari kalangan orang-orang yang sudah meninggal.
Significant others tersebutlah yang membentuk konsep dan diri kita senyatanya. Baik dari sikap, perkataan, perbuatan, didikan, senyuman, pujian, penghargaan, ejekan, cemohan, kemarahan, sopan-santun, dan sebagainya. Merekalah yang membentuk pribadi kita dengan pengarahan tindakan, membentuk pikiran, dan menyentuh secara emosional.
Tugas dan Profesi Tokoh Panutan
• Ulama/ rohaniwan: Memberikan pegangan hidup, budi pekerti (tata krama, tata susila, dan perilaku) dan membimbing manusia agar mengikuti jalan Tuhan sesuai agama yang dianut.
• Guru: Mendidik dan mengajar siswa agar memiliki ilmu pengetahuan, ketrampilan, kepandaian, dan karakter yang luhur.
• Wartawan: Memberikan informasi yang benar dan berimbang tentang peristiwa, keadaan dan suasana di sekitar kita.
• Artis/ seniman: Memberi kebutuhan akan keindahan dan hiburan yang sehat.
• Pengusaha: Menghasilkan dan menjual produk (barang/ jasa), serta memberikan pekerjaan bagi masyarakat.
• Politisi/ pejabat: Membuat dan melaksanakan kebijakan pembangunan bagi kemajuan masyarakat/ bangsa.
Dampak buruk Tokoh Panutan
• Apa akibatnya jika para tokoh panutan melenceng dari tugasnya, bahkan melakukan perbuatan tercela ?
• Apa akibatnya jika para ulama (rohaniwan) mengajarkan kebencian, perilaku yang tidak toleran, penghinaan, dan hal-hal yang merusak martabat sesama manusia ?
• Apa akibatnya jika para guru mengajar tanpa mengedepankan mutu dan tidak menjunjung pendidikan karakter ?
• Apa akibatnya jika para wartawan memberikan informasi yang berat sebelah, menyesatkan, dan bohong ?
• Apa akibatnya jika para artis/ seniman menyajikan hiburan yang tidak sehat, dan bahkan perilaku melacur ?
• Apa akibatnya jika para pengusaha menghasilkan produk (barang/jasa) yang buruk, memberi upah yang tidak layak dan tidak menjunjung etika bisnis ?
• Apa akibatnya jika para politisi/ pejabat tidak membuat kebijakan pembangunan yang baik, dan justru melakukan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan ?
Namanya saja tokoh berpengaruh atau panutan, maka syarat utama harus dipenuhi adalah bisa jadi panutan, teladan, atau contoh (role model) bagi warga masyarakat. JIka mereka tidak menyadai peran atau pengaruhnya, tidak mampu memberikan keteladanan, maka dia tidak layak menyandang sebagai tokoh panutan.
Jika para pemegang profesi berpengaruh tidak melaksanakan amanat tugas, atau malah melakukan tindakan tercela dampak terburuknya tidak hanya mengena seseseorang atau beberapa orang, tidak hanya mengena secara fisik, melainkan juga aspek kepribadian dan mental.
Lebih dari itu akan mengancam kehancuran nilai-nilai dan tatanan kehidupan masyarakat. Bila terjadi situasi kekurangan atau krisis tokoh panutan maka keseimbangan dan kenyamanan masyarakat akan terganggu.
Ibarat ayam yang kebingungan karena ditinggalkan induknya. Atau ibarat anak kecil yang ditinggalkan orang tua-nya.
Tantangan kita sebagai orang tua, mampukan kita menjadi teladan atau panutan utama bagi anak-anak kita (?) Spirit panutan yang dipegang teguh oleh orang tua menjadi perisai yang menghalau pengaruh yang dapat merusak anak-anak kita.
Selain itu, orang tua pun wajib memberikan pendidikan budi pekerti, memilihkan sekolah yang baik, juga tokoh idola yang baik, agar anak-anak kita tak hanya pintar tetapi juga berkarakter baik. Sehingga mereka membawa pengaruh yang positif bagi sesama dan lingkungan alam semesta. Sekian, semoga bermanfaat.

Komentar