Jumat, 14 Juni 2024 | 00:39
NEWS

TV Analog Berakhir 2 November 2022, TV Digital Beri Keuntungan Pada Masyarakat

TV Analog Berakhir 2 November 2022, TV Digital Beri Keuntungan Pada Masyarakat
TV analog di Pos Kamling RW 09, Kelurahan Koja, Jakarta Utara

ASKARA – Akhir tahun ini Migrasi TV analog ke TV digital direncanakan akan tuntas.  Hal ini seiring dengan dilakukannya analog switch off (ASO) secara bertahap.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan pada 2 November 2022 pemerintah akan mengakhiri siaran televisi (TV) analog di seluruh Indonesia.

Dikutip siarandigital.kominfo.go.id, jadwal tersebut sudah ditetapkan Kemenkominfo untuk melaksanakan digital. Tidak sekaligus tapi ada tahapannya, yakni tahapan pertama 30 April 2022 mencakup 56 wilayah layanan hampir di seluruh Indonesia yakni ada 116 Kabupaten/Kota.

Kemudian, tahap kedua 25 Agustus 2022 di 110 Kabupaten/Kota. Dan tahap akhir di 2 November 2022 di 65 Kabupaten/Kota. Begitu tahap satu wilayah migrasi ke televisi digital maka siaran analog segera berakhir.

“ASO digaungkan pemerintah untuk dilaksanakan dan paling lambat pada 2 November 2022,” jelas Niken,” ujar Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti di Kampus UIN Sunan Kalijaga Jogja, baru-baru ini.

Menurutnya, ini akan jadi lebih mudah diakses ketika analog switch off (ASO) sudah selesai. Karena dengan ASO saluran kanal TV jadi lebih efisien. Jadi dalam satu kanal bisa ada 6 hingga 12 TV jika dengan digital.

“Ini akan menyisakan frekuensi untuk perluasan intenet tadi dan juga pengembangan teknologi 5G,” kata Niken dilansir dari laman kpi.go.id, dikutip Senin (6/6).

Saat ini, lanjutnya, masyarakat membutuhkan akses intenet yang gampang diakses sekaligus lancar. Menurutnya, perubahan teknologi atau pergantian sistem ini adalah keniscayaan dan tidak bisa dihindari.

Contohnya, pengalaman pergantian ini telah dialami masyarakat pada kurun waktu lalu seperti pergantian dari TV hitam putih ke TV berwarna.  “Ada teknologi tentu ada perubahan. Sekarang ini adalah eranya digital,” tuturnya.

Sayangnya, kata Niken, keinginan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi karena adanya keterbatasan termasuk soal infrastruktur.

“Jika Indonesia sudah menata ulang seluruh frekuensinya ini akan menyisakan ruang untuk internet 5G yang kecepatannya luar biasa hingga 200 kali lebih cepat dari kemampuan teknologi 4G yang ada sekarang,” terangnya.

Lebih lanjut Niken menjelaskan, siaran TV digital lebih bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya, dan banyak programnya. Paling penting, dijamin gratis menontonnya.

Masyarakat terus edukasi bahwa migrasi siaran TV analog ke siaran TV digital tak hanya memberi manfaat secara teknis. Perubahan sistem siaran ini akan menghasilkan keuntungan lebih besar lagi khususnya bagi masyarakat.

“Terutama dalam mengakselerasi penerapan digitalisasi secara menyeluruh termasuk mengakses internet secara mudah, cepat dan terjangkau,” sebutnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Hardly Stefano mengutarakan, peralihan dari siaran TV analog ke siaran TV digital akan memberikan masyarakat tiga manfaat TV.

“Manfaat itu di antaranya manfaat secara teknis, suara lebih jernih dan teknologi yang canggih,” ujarnya.

Selain itu, kata Hardly, dengan TV digital masyarakat akan mendapatkan siaran gambar yang jernih, lebih bersih dan lebih stabil.

Bahkan, dalam perangkat penerima siarannya yakni STB (set top box) terdapat sistem peringatan dini bencana atau early warning system yang dapat digunakan sebagai alarm memperingatkan masyarakat dari bahaya bencana seperti gempa bumi atau tsunami. “Ada fitur yang terkoneksi BMKG dan bisa langsung disiarkan,” terangnya.

Namun begitu, Hardly menyampaikan pelaksanaan peralihan sistem siaran ini perlu didukung upaya sosialisasi yang masif agar pelaksanaannya sukses dan diterima masyarakat.

Karena itu, dia berharap, keterlibatan kampus atau perguruan tinggi sangat krusial untuk ikut membantu sosialisasi tentang TV digital.

Kominfo Sediakan 6,7 Juta Unit STB

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong mengungkapkan, Kemenkominfo telah menyiapkan infrastruktur penunjang untuk migrasi siaran TV analog ke digital.

Dia menyebutkan, salah satu infrastruktur yang disiapkan Kemenkominfo yaitu Set Top Box (STB). "Pemerintah akan memfasilitasi STB untuk masyarakat yang masuk dalam kategori tidak mampu sebanyak 6,7 juta unit," kata Usman, dikutip siarandigital.kominfo.go.id.

Menurutnya, dengan penyediaan STB ini bentuk komitmen pemerintah dan juga lembaga penyiaran publik kepada masyarakat.

"Tentunya penyediaan STB ini agar siaran TV digital ini bisa merata di masyarakat sehingga bisa beralih dari siaran TV analog," ujar Usman.

Ia juga menjelaskan, mengenai proses digitalisasi Indonesia sangat tertinggal dengan negara lain karena banyak negara yang sudah mematikan siaran TV analog.

"Sebanyak 199 negara sudah melakukan ASO sejak 2015, maka dari itu kita perlu mempercepat proses digitalisasi ini di masyarakat," tutup Usman.

Komentar