Sponsor Formula E Perusahaan Bir, Ini Kata MUI
ASKARA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas merespons sponsor pergelaran balap mobil Formula E dari salah satu perusahaan bir.
Diketahui, salah satu sponsor ajang balap Formula E Jakarta 2022 yakni minuman beralkohol merek Heineken menuai polemik.
Anwar mengatakan, seharusnya ada korelasi antara ajaran agama dengan kebijakan atau keputusan pemerintah.
"Di negeri atau daerah yang mayoritas penduduknya beragama tertentu, maka pemerintah di daerah tersebut ketika melakukan sesuatu hendaknya memperhatikan nilai-nilai agama," ungkap Anwar, Kamis (26/5).
Dikatakan Anwar, pemerintah bisa saja membuat kebijakan yang bertentangan dengan agama asal masih sesuai UU. Namun, hal itu jelas akan menyakiti hati pemeluk agama yang dianut mayoritas penduduk di daerah tersebut.
"Bagaimana seandainya ada pihak-pihak tertentu dari elemen pengikut agama tersebut yang marah dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan?" ujarnya.
Anwar mengatakan, jika umat benar-benar marah, jangan salahkan masyarakatnya.
Sebab, umat marah karena pemerintah sendiri tidak sensitif dan arif dalam membuat keputusan.
Sebelumnya, Ketua Komite Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni mengatakan, sponsor minuman beralkohol yang beredar di masyarakat merupakan sponsor dari luar negeri.
Menurut Sahroni, sponsor tersebut tidak ada kaitannya dengan Indonesia.
"Itu global punya sponsor langsung Formula E Operation. Hahaha bukan urusan dalam negeri," ungkap Sahroni, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (25/5).
Dikatakan Sahroni, hal tersebut sepenuhnya kewenangan milik Formula E Operation (FEO).
"Masa urusan mereka kita ikut campur," ucapnya.(genpi)

Komentar