Kamis, 04 Juni 2026 | 06:03
NEWS

Bang Yos Khawatir Banyaknya Tenaga Kerja Asing, Minta Indonesia Belajar dari Singapura dan Malaysia

Bang Yos Khawatir Banyaknya Tenaga Kerja Asing, Minta Indonesia Belajar dari Singapura dan Malaysia
Sutiyoso (Dok tokoh.id)

ASKARA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso menanggapi maraknya Tenaga Kerja Asing khususnya dari Tiongkok yang masuk dan bekerja di Indonesia. 

Bang Yos, sapaannya mengaku miris melihat jumlah tenaga asing yang jumlahnya mencapai ribuan di Indonesia. 

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara itu mengatakan, Indonesia memang membutuhkan tenaga ahli, namun jumlahnya bukan mencapai ribuan orang.

"Saya miris kok banyak sekali pekerja asing datang, kalau dia investor bawa duit ya silakan, kalau tenaga ahli silakan, tenaga ahli itu dua atau tiga, bukan ribuan,” ujar Bang Yos dalam sebuah video, dikutip Sabtu (21/5). 

Indonesia, kata Bang Yos, harus mewaspadai para tenaga asing tersebut. Pasalnya, banyak dari mereka yang justru tak kembali lagi ke negara asalnya lantaran memiliki keturunan di Indonesia dan menjadi etnis mayoritas di Tanah Air.

"Jadi kita harus waspada, saya jamin orang itu nggak akan pulang ke negaranya. Jadi jangan sampai kita nggak sadar-sadar akhirnya mereka yang mayoritas suatu saat nanti,” tutur Bang Yos. 

Alasan lain para pekerja asing, khususnya asal Tiongkok yang tak pulang ke negara asalnya lantaran ketat bahkan kejamnya aturan di negara asalnya. Contohnya, kebijakan memiliki anak yang hanya boleh satu orang. Dan jika mempunyai anak dua, anak kedua tersebut akan diperlakukan seperti anak yatim piatu oleh pemerintah setempat. 

"Di Tiongkok jika punya anak dua, yang kedua seperti anak yatim piatu diperlakukannya oleh pemerintah, di sini mereka bikin anak sebanyak-banyaknya,” ungkap Bang Yos. 

Hal itu, kata Bang Yos, terlihat di negara tetangga Indonesia yang mayoritas pejabat pentingnya merupakan etnis Tiongkok. Dia meminta Indonesia belajar dari apa yang terjadi di negara tetangga tersebut. 

"Yang paling dekat Singapura, perdana menteri pertama orang Melayu, sekarang sudah tidak ada lagi. Lihatlah Malaysia sudah beberapa departemen dipimpin etnis ini,” imbuhnya. 

"Kok kita nggak sadar-sadar gitu, bukan apa-apa saya ini orang intelijen, bisa membaca. Pegawai-pegawai itu yang di Kalimantan, Sulawesi sampai Papua nggak akan kembali ke sana," sambungnya. 

Bang Yos mengaku, ingin sisa hidupnya dengan mengabdi untuk Indonesia. Saat ini, Bang Yos sudah berusia 77 tahun. 

“Saya sudah tua, tapi tidak bisa diam saja tutup mata, tidak bisa saya seperti itu, itu akan dosa bagi saya. Saya ingin wakafkan sisa umur saya untuk mengabdi kepada negeri ini, saya ingin negeri ini negeri yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur,” tuturnya. 

Selain itu, Bang Yos menyinggung utang Indonesia yang semakin tinggi. Dia khawatir dengan nasib Indonesia ke depannya. Apalagi akibat pandemi dan utang situasi bisa lebih buruk lagi. 

"Oleh karena itu kita tidak boleh diam, kita harus paling depan mengamankan NKRI sesuai cita-cita para leluhur kita," pungkasnya.

Komentar