Rabu, 06 Juli 2022 | 15:10
NEWS

Jokowi Buka Keran Ekspor Minyak Goreng, Bagaimana Harga di Pasaran Dalam Negeri?

Jokowi Buka Keran Ekspor Minyak Goreng, Bagaimana Harga di Pasaran Dalam Negeri?
Presiden Joko Widodo (Dok YouTube Sekretariat Presiden)

ASKARA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membuka keran kebijakan ekspor minyak goreng, mulai Senin (23/5). 

Terhadap kebijakan itu kemudian mengundang pertanyaan, apakah harga minyak goreng akan kembali naik?

Namun menurut Jokowi, dibukanya keran ekspor minyak goreng tak akan memengaruhi harga pasar. Jokowi memastikan harga minyak goreng akan semakin terjangkau.

Diketahui, harga rata-rata minyak goreng menurun pada April 2022 yang berkisar kurang lebih Rp19.800. 

Sementara, untuk harga rata-rata nasional turun menjadi Rp17.200–Rp17.600 setelah adanya larangan ekspor

"Penambahan pasokan dan penurunan harga merupakan usaha bersama-sama kita, baik dari pemerintah, BUMN, dan juga swasta," ungkap Jokowi, dalam keterangannya, Kamis (19/5). 

Namun demikian, ada beberapa daerah harga minyak gorengnya masih relatif tinggi. 

"Tapi saya meyakini dalam beberapa minggu ke depan harga minyak goreng curah akan makin terjangkau menuju harga yang kita tentukan karena ketersediaannya makin melimpah," ujarnya.

Sejumlah pertimbangan pemerintah membuka kembali keran ekspor minyak goreng. Selain mengacu kondisi pasokan dan harga minyak goreng, kebijakan itu untuk mempertimbangkan tenaga kerja dan petani industri sawit.

"Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga kerja di industri sawit, baik petani, pekerja, dan juga tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin, 23 Mei 2022," kata Jokowi.
 
Menurut Jokowi, pembukaan kembali ekspor minyak goreng karena pasokannya telah melebihi kebutuhan nasional bulanan. Hal itu, mengacu kepada pengecekan langsung ke lapangan dan laporan yang diterima Jokowi. Presiden mengeklaim jika pasokan minyak goreng terus bertambah.

"Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya. Pada Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton," ujarnya.

"Namun, setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan kita mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan kita," pungkas Jokowi.

Komentar