Tolak Ustaz Abdul Somad Masuk, Ini 4 Alasan Pemerintah Singapura
ASKARA - Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebut alasan menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Negara Singa tersebut.
Sebelumnya, UAS kemudian meminta Duta Besar Singapura di Indonesia menjelaskan alasan dirinya bersama keluarga dilarang masuk ke negara tersebut.
Kata UAS, petugas Imigrasi Singapura tak mampu menjelaskan alasan dirinya dideportasi.
"Itu lah yang mereka tidak bisa jelaskan. Pegawai Imigrasi tak bisa jelaskan, jadi yang bisa jelaskan mungkin Ambassador of Singapura in Jakarta," kata UAS dalam video di kanal YouTube Hai Guys Official, Selasa (17/5).
"You have to explain to our community. Why did your country, your government reject us? Why did your government deport us? Kenapa? Apakah karena teroris. Apakah karena ISIS? Apakah karena bawa narkoba? Itu harus dijelaskan," lanjut UAS.
Berikut empat alasan Pemerintah Singapura menolak UAS masuk ke negaranya, berdasar situs resmi Kemendagri Singapura:
1. Dianggap Sebarkan Ajaran Ekstremis dan Segregasi
UAS dianggap menyebarkan ajaran yang ekstremis dan segregasi.
"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura," tulis situs resmi Kemendagri Singapura.
2. Pernah Ceramah soal Bom Bunuh Diri
Dalam pernyataannya, Singapura juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan UAS yang pernah membahas soal bom bunuh diri dalam ceramahnya.
"Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'," kata Kemendagri Singapura.
3. Pernah Sebut Salib Kristen Rumah Jin Kafir
Pemerintah Singapura pun menyebut Somad pernah melontarkan komentar yang merendahkan agama lain seperti Kristen. Somad disebut pernah menyebut salib sebagai tempat tinggal roh kafir.
"Ia (UAS) pernah membuat komentar merendahkan agama lain seperti Kristen dengan menggambarkan bahwa salib Kristen merupakan tempat tinggal jin kafir (roh jahat)," ucap Kemendagri Singapura.
4. Kafirkan Ajaran Agama Lain
Singapura juga menolak UAS karena ia pernah melontarkan pernyataan mengkafirkan agama lain dalam ceramahnya.
"Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir. Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura," tulis situs resmi Kemendagri Singapura.

Komentar