Jawab Tudingan Singapura, UAS: Saya Tidak Pernah Berhenti Mengajarkan Ajaran Itu
ASKARA - Tudingan Pemerintah Singapura yang menganggapnya pro terhadap ekstremisme hingga ditolak masuk ke negara tersebut dijawab Ustaz Abdul Somad (UAS)
Menurut UAS, semua yang dikatakan dalam materi ceramahnya selama ini sudah sesuai dengan ajaran agama Islam.
"Kalau itu dianggap sebagai ekstremis, sebagai segregasi, maka biarlah semua orang mengatakan itu, karena itu bagian dari ajaran agama. Saya akan tetap mengajar," kata UAS, dalam tayangan di kanal YouTube Refly Harun, dikutip Kamis (19/5).
UAS lantas mencontohkan materi ceramahnya soal martir bunuh diri. Menurut UAS, materi itu berdiri dalam konteks perang antara Palestina dengan Israel.
Pria kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara mengklaim, materi dakwah yang diucapkannya memiliki dasar dari para ulama.
"Masalah tentang martir bunuh diri. Itu konteks di Palestina ketika tentara Palestina tidak punya alat apa pun untuk membalas serangan Israel dan itu bukan pendapat saya. Saya menjelaskan pendapat ulama, dan konteksnya saya menyampaikan itu di dalam masjid, menjawab pertanyaan jemaah," ungkapnya.
UAS juga menjelaskan soal materi ceramah jin yang berada dalam patung. Kata dia, pernyataan itu berlandaskan pada hadis nabi yang mengatakan malaikat tak akan masuk ke rumah yang terdapat patung.
"Innal malaikata, malaikat, la tadkhulul buyut, tidak masuk ke dalam rumah, fiha tamasil, di dalam rumah itu ada patung. Kenapa tidak mau malaikat masuk? Karena malaikat tidak masuk satu majelis dengan jin. Bukan malaikat itu takut. Dia tidak mau kotor. Itulah maka di rumah orang Islam tak boleh ada patung," jelasnya.
Sementara, UAS mengatakan istilah kafir merupakan istilah dalam ajaran agama Islam yang artinya ingkar. Karena itu, UAS mengaku tak akan menghilangkan istilah tersebut karena sudah termuat dalam ajaran Islam.
"Kan siapa saja yang tidak percaya Nabi Muhammad adalah rasul utusan Allah, maka dia adalah. Dan saya ini kafir. Saya tidak percaya kepada ajakan iblis dan setan, maka saya ini kafir. Kafir itu artinya ingkar. Itu adalah istilah dalam agama, agama kita. Masak kita hilangkan istilah-istilah agama hanya karena tidak mau orang lain tersinggung," kata UAS.
UAS juga mengaku tak akan berhenti melakukan dakwah meski terjadi insiden penolakan di Singapura. Ia juga tak akan berhenti untuk menyampaikan materi ceramah yang sudah sesuai dengan ajaran Islam.
Ia turut mencontohkan materinya soal babi, minuman keras dan perilaku LGBT sebagai tindakan haram sudah sesuai dengan ajaran Islam. Ia pun tak mempersoalkan tak boleh masuk ke suatu negara bila pemerintah negara tersebut mempersoalkan materi ceramahnya tersebut.
"Nanti bisa aja keluar peraturan, 'Anda tidak boleh, kenapa? Karena mengatakan khamar haram, karena kita suka minum khamar. Anda tidak boleh masuk ke negara kami karena kami homo dan lesbi, Anda menolak itu'. Itu kan ajaran agama kita. Saya tidak pernah berhenti mengajarkan ajaran itu," tandasnya.

Komentar