Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Berkurang 57, Totalnya Tak Sampai 800 Orang
ASKARA - Kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami penurunan. Berdasar catatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus aktif turun sebanyak 57 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyampaikan, jumlah tersebut berdasarkan data pada Rabu (4/5).
"Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 775 (orang yang masih dirawat/isolasi)," kata Dwi dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/5).
Pihaknya, kata Dwi, mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan Varian Omicron.
"Upaya 3T terus digalakan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," ujarnya.
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat, telah dilakukan tes PCR sebanyak 2.909 spesimen.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 2.310 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 62 positif dan 2.248 negatif.
Selain itu, dilakukan pula tes Antigen sebanyak 8.565 orang, dengan hasil 17 positif dan 8.548 negatif.
Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.231.950 dengan tingkat kesembuhan 98,7 persen dan total 15.280 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6 persen," jelas Dwi.
Dwi mengatakan, target WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 32.593 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 1.000.614 per sejuta penduduk," ujarnya.
Dwi menyebut positivity rate di Jakarta sudah dibawah standar organisasi kesehatan dunia (WHO).
"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 2,0 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,7 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," pungkasnya.

Komentar