Selasa, 16 Juli 2024 | 09:04
NEWS

Terbit Rencana Perangin Angin Diperiksa 10 Jam dan Dicecar 52 Pertanyaan soal Kerangkeng Manusia

Terbit Rencana Perangin Angin Diperiksa 10 Jam dan Dicecar 52 Pertanyaan soal Kerangkeng Manusia
Kerangkeng manusia di rumah Terbit Perangin Angin (Dok Istimewa)

ASKARA - Pihak kepolisian terus mendalami kasus kerangkeng manusia di kediaman Bupati Nonaktif Langkat, Sumatra Utara (Sumut), Terbit Rencana Perangin Angin. 

Penyidik Diskrimum Polda Sumut yang dipimpin Kombes Tatan Dirsan Atmaja yang memeriksa Terbit di gedung KPK, Jakarta Selatan mencecarnya dengan 52 pertanyaan.

"Bupati nonaktif Langkat, dicecar 52 pertanyaan. Diperiksa selama 10 jam," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, kepada wartawan, Sabtu (2/4). 

Kata Hadi, pemeriksaan terhadap Terbut dimulai pukul 11.00 WIB dan berakhir pada pukul 20.30 WIB.

"Materi (pemeriksaan) secara keseluruhan dari mulai kerangkeng itu berdiri, tujuannya sampai dengan bagaimana operasional PT DRP," jelasnya.

Diketahui, polisi telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus itu. Salah satu tersangka adalah Dewa Perangin Angin, putra sang bupati.

Tujuh tersangka dijerat dengan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO dengan ancaman 15 Tahun Penjara. Mereka adalah Dewa Perangin Angin, HS, IS, TS, RG, JS, dan HG.

Sedangkan dua tersangka lainnya selaku penampung dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO dengan ancaman 15 tahun penjara. Mereka yakni SP dan TS.

Namun demikian, penyidik memutuskan untuk tidak menahan para tersangka dengan alasan kooperatif.

Komentar